31/03/14

Semen: Perekat Bahan Bangunan Pilihan


Semen atau cement adalah suatu perekat bahan bangunan yang berbentuk serbuk halus, bila ditambah air akan terjadi hidrasi sehingga dapat mengeras dan digunakan sebagai pengikat (mineral glue). Semen digunakan untuk merekatkan bahan bangunan, misal dalam pembuatan pondasi rumah, penyusunan batu bata, serta pengacian tembok. Kini sudah banyak bermunculan beraneka jenis dan merk semen dari berbagai produsen semen. Salah satu produsen semen di Indonesia ialah PT. Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (Indocement).

Adapun kandungan kimia yang terdapat pada material bahan bangunan semen kini ialah Trikalsium Silikat, Dikalsium Silikat, Trikalsium Aluminat, Tetrakalsium Aluminofe, dan Gipsum. Perbedaan prosentase masing- masing komposisi akan menjadikan sifat semen yang satu berbeda dengan yang lainnya.

Jenis Semen sebagai Perekat Bangunan dan Pengaplikasiannya
Berikut merupakan beberapa jenis perekat bangunan semen dan kegunaannya: 
1. Semen Abu- Abu Portland. Semen ini biasanya digunakan sebegai perekat untuk memplester. Terdapat lima tipe Semen Portland, yakni:
a. Tipe I. Semen hidrolis yang digunakan untuk konstruksi umum (tidak memerlukan persyaratan khusus) seperti bangunan rumah, gedung bertingkat, dll.  
b. Tipe II. Semen yang memiliki ketahanan terhadap sulfat dan panas hidrasi sedang. Semen ini dipergunakan untuk bangunan di pinggir laut, dermaga, bendungan, dll.
c. Tipe III. Semen ini cocok untuk digunakan di daerah yang bersuhu dingin.
d. Tipe IV. Semen ini memerlukan panas hidrasi rendah, cocok digunakan untuk daerah bersuhu panas.
e. Tipe V. Semen ini digunakan untuk bangunan yang berada pada tanah/air yang mengandung sulfat yang tinggi seperti di daerah tambang, dll. 

2. Semen Putih. Semen ini digunakan untuk pekerjaan finishing seperti filler atau pengisi.

3. Semen Sumur Minyak (Oil Well Cement). Semen khusus yang digunakan dalam proses pengeboran minyak bumi atau gas alam baik di darat maupun di lepas pantai.

4. Mixed and Fly Ash Cement. Semen ini digunakan sebagai campuran untuk membuat beton sehingga menjadi lebih keras.

Pekerjaan penting dalam membuat sebuah bangunan yakni membuat adukan semen. Dalam membuat adukan semen diperlukan bahan- bahan yakni semen, pasir, dan batu koral (jika diperlukan). Semua bahan itu dicampur jadi satu lalu jadilah adonan semen. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tercipta adukan semen yang baik, diantaranya ialah:
1. Cara penyimpanan semen harus benar.
Semen adalah bahan bangunan yang sangat mudah menyerap air. Semen sebaiknya tidak disimpan di tempat yang lembab. Jika semen bersentuhan dengan udara lembab maka akan membuatnya jadi keras dan tidak dapat digunakan. Maka dari itu, sak semen sebaiknya diletakkan tidak langsung di atas lantai, melainkan diberi alas terlebih dahulu.

2. Gunakan semen sesuai dengan jenisnya
Jika hendak membuat bangunan, maka gunakan tipe semen yang cocok dengan kondisi lapangannya. Jika kadar sulfatnya tinggi maka gunakan semen portland tipe IV, dst.

3. Jumlah takaran semen sesuai dengan peruntukannya
Aduk semen dengan pasir hingga rata. Jika sudah, maka buatlah lubang di tengah- tengahnya. Lubang itulah yang nantinya diisi air. Air yang digunakan juga jangan terlalu banyak dan jangan terlalu sedikit, karena akan mempengaruhi kualitas adukan semen.

4. Gunakan air dan pasir yang baik
Gunakan pasir yang bebas dari kandungan tanah dan lumpur. Begitu pula dengan air yang digunakan. Gunakan air yang bebas lumpur dan zat organik. Campur semua bahan sampai homogen.

5. Perbandingan komposisi yang tepat
Beda ruangan yang dibangun, beda pula jenis adukan semennya. Komposisi semen dan pasir untuk kamar mandi tidak sama dengan komposisi plesteran dinding.
Satu hal lagi yang penting, pastikan memilih dan membeli semen yang berlogo SNI atau yang telah bersertifikat internasional.

Pengaruh Semen sebagai Perekat Bangunan pada Bangunan Rumah di Indonesia dan Harapan ke Depannya
Siapapun pasti menginginkan rumah yang kokoh, kuat, dan terutama tahan terhadap goncangan gempa. Mengingat tingkat kerawanan gempa yang tinggi di Indonesia, maka bangunan yang dibangun harus menggunakan bahan bangunan rumah yang berkualitas. Semen sebagai perekat bahan bangunan memiliki andil yang cukup besar dalam pembuatan rumah yang lebih tahan terhadap gempa. Jadi, merupakan tugas produsen material bahan bangunan semen dalam menciptakan semen yang kokoh, teruji ketahanannya, serta memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Untuk kedepannya, penulis memiliki harapan agar semen yang ada di Indonesia disamping memiliki kualitas yang baik, tahan lama, serta harga yang terjangkau, juga lebih tahan terhadap goncangan gempa. Hal tersebut agar bangunan- bangunan di Indonesia lebih kokoh berdiri dan tidak gampang roboh saat gempa terjadi. Di samping itu, semoga produsen material bahan bangunan semen juga mempertimbangkan aspek keramahan terhadap lingkungan.

Akhir- akhir ini industri semen juga ikut disorot oleh para pecinta lingkungan. Hal ini disebabkan oleh emisi karbondioksida yang dihasilkan dari proses kalsinasi kapur dan pembakaran batu bara dalam produksi semen. Maka dari itulah perlu dicarikan upaya untuk menciptakan semen yang lebih ramah lingkungan.
Material Bahan Bangunan Semen


Karya Tulis ini diikutkan dalam Semen Tiga Roda Blog Competition 2014

Continue reading...

29/03/14

Waspada Jebakan Jilboob


Terus terang baru kemarin saya mendapati istilah plesetan jilbab terbaru – menjadi jilboob. Awalnya saya membaca ada sebuah kover buku baru yang berjudul “Jilbab Bukan Jilboob”. Saya menjadi penasaran, apa sih jilboob itu ? Betapa terkagetnya saya ketika saya mengetik di google bahwa jilboob adalah salah satu halaman Facebook yang berisi foto-foto perempuan muda, juga ibu-ibu muda yang cantik dan lumayan cantik, berderet-deret dengan mengenakan jilbab. Tapi (maaf) mereka memakai baju ketat dan celana ketat. Mulai pose biasa saja, sampai pose yang menantang dari depan, samping, bahkan ada yang dari belakang. Mungkin ada ratusan foto yang terpampang di sana. Saya tidak sempat menghitung detailnya. Dan ternyata foto-foto tersebut adalah foto curian. Bahkan mungkin yang bersangkutan tidak tahu bahwa foto-foto mereka ada di sana. Foto-foto tersebut disalahgunakan oleh admin (pemilik) akun tersebut. Setelah saya coba telusuri lebih lanjut, Fanpage facebook tersebut ternyata dipakai untuk mempromosikan situs porno dan gambar-gambar bernuansa pornografi. Naudzubillahminzalik. Coba tengok berapa banyak likers (yang menyukai) halaman tersebut, sangat mencengangkan. Hampir 25000 likers sudah memberikan jempolnya. Artinya sudah lebih dari 25 ribu orang melihat halaman tersebut. Bukan tidak mungkin saudara kita atau bahkan orang yang terdekat kita yang fotonya terpampang di sana. 

Trend yang tidak dibarengi dengan Ilmu pengetahuan
Banyaknya toko jilbab, butik jilbab sampai toko jilbab online, memberikan banyak pilihan model untuk remaja dan para ibu dalam memadukan baju yang dipakai dengan penutup kepala tersebut. Trend ini menggembirakan, mengharukan, sekaligus mengkhawatirkan. Mengapa? Karena trend ini menjadi sebuah kebanggaan menjadi muslimah, sekaligus menyedihkan bagi kaum muslimah sendiri. Bayangkan, di saat jilbab menjadi trend, tapi tidak dibarengi dengan ilmu yang benar tentang bagaimana berjilbab yang benar. Berjilbab yang syar’I sesuai dengan tuntunan agama. Yang ada malah cemoohan dari agama lain. Ini bukan rasis , tapi memang kenyataan yang ada di sekitar kita. Banyak remaja putri, bahkan ibu-ibu muda dan setengah tua, masih juga berjilbab, tapi dengan tetap mempertotonkan lekuk tubuhnya yang aduhai . Baju ketat dengan celana panjang ketat. Bahkan yang lebih mengerikan dengan memakai warna yang persis seperti warna kulit. Miris sekali melihat pemandangan yang seperti itu. Apa artinya memakai kerudung, kalau bagian tubuh yang lain terbuka?

Kasus Pencurian Foto yang marak
Jangan salah, kejahatan memang terjadi di mana saja. Bisa di dunia nyata atau dunia maya. Bagaimana perasaan kita para perempuan, ketika anak-anak kita berpose di sebuah halaman yang menyajikan situs porno dan halaman yang berbau pornografi? Atau kita tidak sadar bahwa foto-foto kita sendiri ada di sana? Wow ! Menyenangkan hati? Atau sebaliknya mengiris nurani? Kalau kita malah bangga foto-foto kita di mana-mana dan menjadi terkenal, seharusnya otak kita perlu di periksakan ke dokter kejiwaan atau psikolog.
Kasus pencurian foto memang sedang marak, dan pelakunya gampang-gampang susah untuk di ciduk. Karena mereka (pasti) tidak memperlihatkan foto pribadi, bahkan alamat dan identitas asli. Mengapa perempuan dengan memakai jilbab sebagai sasaran? Bukankah perempuan cantik dan seksi masih banyak ? Alasan saya pribadi, justru para lelaki suka dengan perempuan yang kelihatannya malu-malu, tapi ternyata tidak malu mempertotonkan bagian tubuhnya yang lain kepada public. Dengan enjoynya berfoto dengan beberapa teman atau foto selfie dengan pose yang menantang. Itulah yang membuat orang tertarik dan penasaran dengan sosoknya. Membuat para mata-mata lelaki menjadi liar.
Lalu, apa yang selanjutnya terjadi , bisa di tebak ketika foto-foto tersebut tersebar di dunia maya. Banyak komentar-komentar yang bermunculan.. Mulai komentar biasa sampai yang luar biasa (seronok). Akankah kita rela anak-anak perempuan kita yang seharusnya kita jaga auratnya , menjadi santapan mata-mata liar di dunia maya? Menjadi magnet penarik untuk mata-mata jahat yang akan terjerumus ke lembah dosa?

Tanggungjawab Orangtua
Dunia maya memang menghanyutkan. Pemilik Akun Facebook di Indonesia naik tajam dari tahun ke tahun.Saat ini sudah menduduki peringkat ke dua dunia jumlah pengguna facebook. Lebih dari 35 juta orang memiliki akun social media tersebut. Di Inggris dan Amerika rata-rata pengguna Facebook berusia 31 tahun, namun di negara seperti India, Filipina, dan Indonesia rata-rata usia 20 tahunan. Bahkan anak-anak SD dan SMP sudah bermain facebook. Dan parahnya, banyak dari orangtua yang tidak peduli dengan mainan mereka ini yang berorientasi dengan media social, artinya berhubungan dengan orang lain (orang yang tidak di kenal sekalipun). Tidak jarang muncul kasus pencurian anak dan pemerkosaan karena facebook. Dampak-dampak tersebut sangat sulit dikendalikan. Kecuali dengan benteng dan prinsip yang kuat oleh anak-anak. Jiwa labil remaja dan anak-anak sangat rentan untuk menjadi korban penipuan. Bahkan para ibu muda juga sering menjadi korban penipuan berkedok seorang tentara bule. Apakah kasus tersebut kurang menjadi bukti kejahatan yang marak di internet?
Perhatian orangtua sangat di butuhkan dalam hal ini. Sebaiknya memang orangtua punya juga akun facebook untuk memantau segala aktivitas anak-anaknya. Bukan untuk mengomentari segala bentuk update status anaknya. Tapi hanya untuk mengikuti trend yang sedang terjadi pada anak-anak. Dan trend itu bisa menjadi satu topic diskusi yang menarik untuk orangtau dan anak. Ini positif sekali untuk saling mendekatkan hubungan antara anak dan orangtua yang gaul. Dan tentu saja akan bisa mengingatkan dengan baik segala bentuk sikap, tingkah laku , maupun penampilan anak kita yang kurang sopan dan kurang baik. Bahwa mereka berada dalam media social yang rentan penipuan dan penyalahgunaan foto. Kita berikan info yang membuat mereka lebih menghargai diri sendiri dan respect kepada orang lain. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban segala bentuk penyalahgunaan foto dan informasi pribadinya.

Berjilbablah yang benar
Kerudung dan jilbab adalah alat untuk menutup aurat perempuan muslim. Apakah warna warni yang menarik dan model yang up to date akan menjamin penampilan kita sesuai agama? Sama sekali tidak menjamin. Lalu apa yang menjamin penampilan kita baik di pandang menurut manusia dan menurut agama? Tak lain adalah ilmu pengetahuan. Ilmu tentang berjilbab yang benar, sudah sering kita dengar dalam pengajian- pengajian, kita baca dalam buku-buku populer. Tapi masih saja kita melanggarnya dengan mudah dan tidak punya malu. Padahal “Malu adalah sebagian dari iman”. Tanamkan perasaan malu kepada anak-anak, ketika mereka tidak berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama. Perasaan malu tersebut harus di tanamkan sesuai porsinya , sesuai situasi dan kondisi yang benar. Anak-anak yang punya prinsip kuat sejak dini, akan mempunyai pegangan hingga dewasa. Terutama pergaulan yang benar dan gaya hidup mereka yang terjaga.
Semoga anak-anak kita bisa menjaga diri ketika jauh dari orangtua. Dan masih terus mempunyai malu dengan memakai jilbabnya untuk meraih surgaNya. Aaminn.


Sumber: disini


Continue reading...

28/03/14

Ayo Nyoblos di Pemilu 2014


Hai Hai, pemilu legislatif sebentar lagi. 9 April 2014 tepatnya. Sudah menentukan pilihannya? Mau milih siapa?

Tenang aja, postingan saya bukan berisi ajakan untuk nyoblos orang ata partai tertentu kok. Karena saya juga bukan kader partai tertentu maupun simpatisan partai tertentu. Disini, saya netral.

Saya cuma mau ngajak, yuuk gunakan hak pilihnya pada 9 April kelak. Jangan cuma nonton ya. Tapi sebaiknya kita turut berpartisipasi.

Lha calon- calonnya saya nggak kenal e?
Ya ayuuk kenalan. Cari info apa aja tentang masing- masing calon. Lalu kita bandingkan satu sama lain. Yang mana yang track recordnya paling bagus. Yang mana yang betul- betul dekat dengan masyarakat. Programnya bagus dan janjinya nggak kelihatan muluk- muluk. Calon yang bagus- bagus kualitasnya juga masih banyak (baca:ada).

Maless ah... Kalau akhirnya dia jadi, ujung- ujungnya paling juga kesandung kasus korupsi!Kalau udah jadi anggota dewan itu mah udah lain ceritanya. Banyak faktor yang memepengaruhi. Diantaranya bisa jadi ia terbawa arus, memang serakah, atau dijebak. Dan media juga mempunyai andil besar dalam menambahkan bumbu- bumbu pemberitaan. Sehingga banyak lho, berita yang sampai ke masyarakat versi aslinya direduksi atau malah ditambah- tambahi. Jadi, sebisa mungkin dari awal kita harus mempelajari data para calon anggota dewan. Pelajari data tentang partainya serta tren korupsinya. Biasanya nih, partai yang sering tersangkut kasus korupsi, besok- besoknya juga sering kena kasus lagi.

Nggak deh, gue mau golput aja di pilleg maupun pilpres. Takut besok pada korupsi. Kecewa lagi deh sama pemerintah.Hmm, mau nyoblos atau golput itu pilihan. Semua pasti punya pertimbangan. Tapi nih ya, ini pesan bagi yang golput: jika pemerintah menggelontorkan kebijakan yang tidak pro- rakyat, jangan protes atau dicela ya. Ikut andil dalam memilih aja nggak, kenapa kalau ada masalah ikutan protes? Hehe, piss. :)

Sejatinya kita lah yang turut membuat perubahan itu. Bergerak dan menggerakkan. Jika ingin Indonesia yang lebih baik, ikutlah memilih calon pemimpin bangsa yang baik. Jadilah pemilih yang cerdas dalam pemilu kali ini. Dengan cara apa?

Kenali betul calon yang akan kita pilih. Jadi nggak milih asal- asalan. Jangan sampai nyoblos besok pakai ilmu ngitung kancing atau merem terus di kira- kira aja. Kita memilih harus ada dasarnya. Timbanglah kualitas dari masing- masing calon. Bukankah kalau mau menikah juga kita menimbang bibit, bebet, dan bobot dari calon suami/istri kita?

Jadilah pemilih yang cerdas dan tidak gampang terbawa arus. Misal nih, ada kampanye di jalan yang suaranya mengalahkan petir di angkasa, ya nggak usah ikut- ikutan berkampanye seperti itu.  Disamping hal itu membuat sakit telinga, juga mengganggu pengguna jalan yang lain. Kasihan kan pengguna jalan yang lain jadi terganggu. Apalagi jika ada anak kecil.

Terus nih, jika ada kampanye  yang bagi- bagi uang, jangan terima. Secara nggak langsung, itu malah memmperlihatkan bahwa mereka merupakan calon pemimpin yang buruk. Lihat saja ketika sudah jadi kelak, pasti nggak jauh- jauh sama yang namanya suap menyuap atau korupsi. Ada lagi konser dangdut yang menyajikan wanita yang aduhai, bapak- bapak pada ikutan. Katanya itung- itung hiburan gratis, bisa cuci mata, dan ketemu artis ibukota. Oh No!

Kampanye seharusnya mengedukasi masyarakat dengan baik. Sudah saatnya kita menjadi pemilih cerdas, dengan melihat partai/calon mana yang berkampanye yang sekaligus memberikan edukasi. Partai/calon legislatif yang baik bisa dilihat dari caranya berkampanye kok. :)

Nah, nggak susah kan untuk turut menyumbangkan satu suara. Jangan pelit untuk ngasih satu suara ya. Dan besok tanggal 9 April jangan lupa, Ayo Nyoblos!



Opini ini juga ditayangkan di http://politik.kompasiana.com/2014/03/29/ayo-nyoblos-645082.html
Continue reading...

Cara Mendidik Anak: Strategi Agar si Kecil Mau Membantu


Sebagai orang tua, Anda sebaiknya tidak memanjakan buah hati secara terus-menerus. Anda perlu mengajarkan mereka membersihkan rumah supaya menjadi orang yang mandiri. Oleh sebab itu, ajari anak melakukan pekerjaan rumah sejak dini. Dilansir dari All Women Stalk, inilah tujuh strategi agar si kecil mau ikut membantu melakukan pekerjaan rumah:

1. Tunjukkan Konsekuensinya

Jika anak malas membereskan kamar, meletakkan baju kotor di mesin cuci, atau menaruh sepatu sembarangan, tunjukkan dia konsekuensinya. Sebagai contoh, anak Anda malas bangun pagi, berarti dia tidak mendapat sarapannya. Atau kalau dia suka meletakkan baju sembarangan, jangan segera dicuci, biarkan hingga anak tidak bisa memakai baju tersebut saat diperlukan.

2. Ajari Anak Secara Perlahan

Jangan langsung memarahinya untuk membersihkan rumah, tapi coba berikan instruksi secara bertahap agar mereka mengerti apa yang harus dilakukan. Semua proses tidak ada yang instan, butuh kesabaran sebelum berhasil menggapai tujuan.

3. Jangan Menyindir atau Mengejeknya

Jangan gunakan sindiran, ejekan, atau bahkan memarahi si kecil secara berlebihan. Sebaiknya, beritahukan dengan halus kalau Anda butuh kerja sama anak untuk membantu membersihkan rumah. Jika dia sudah membantu Anda, ucapkan terima kasih dan kecup anak Anda dengan penuh kasih sayang.

4. Beri Anak Hewan Peliharaan

Salah satu cara mengajarkan anak Anda supaya bisa disiplin adalah memberikan mereka hewan peliharaan. Mengapa demikian? Dalam merawat hewan, sang buah hati harus memberinya makan, mengajak jalan-jalan, dan memandikannya. Hal itu dapat mempengaruhi psikologis mereka dalam kehidupan sehari-hari.

5. Bekerja Dalam Sebuah Tim

Saat akhir pekan tiba, Anda bisa mengajak si kecil melakukan kegiatan dengan membentuk tim, mulai dari membersihkan rumah hingga menata dekorasi agar tampak lebih rapi. Lakukan dengan rutin kegiatan bersama anak Anda agar dia sadar dan mau membantu merapikan serta membersihkan rumah.

6. Beritahukan Dia Tempat yang Seharusnya

Jika kamar mereka penuh mainan yang tidak dibereskan, coba introspeksi terlebih dahulu apakah Anda sudah memberitahukan mereka di mana tempat meletakkannya? Jika belum, beli boks dan tempat sampah, kemudian ajari dia menaruh barang-barang tersebut dengan benar.

7. Buatkan Daftar Tugas Mereka

Buatkan mereka daftar tugas rumah tangga dan biarkan anak Anda memilih mana pekerjaan yang ingin dilakukan. Anda bisa mencantumkan tugasnya dengan membersihkan kamar sendiri, membereskan tempat tidur sebelum sarapan, dan lain sebagainya yang bukan merupakan tugas-tugas berat. Setelah mereka sudah terbiasa melakukannya, tambahkan variasi lagi supaya kemauan si kecil semakin berkembang.

Via Wolipop.com

Continue reading...

Menikah Kok Diam- Diam?




Bulan- bulan tertentu biasanya identik dengan yang namanya pernikahan. Contohnya seperti bulan Syawal. Undangan jagong manten biasanya bejibun. Tiap pekan pasti ada jadwal kondangan. Bahagia, sudah pasti. Karena banyak kawan yang sudah menggenapkan setengah dien. Teriring do'a untuk keluarga baru mereka. Sakinah mawaddah wa rahmah full barokah till Jannah. Aamiin. :)

Temen SMP, SMA, dan kuliah banyak yang udah nikah. Baik yang ngundang- ngundang ataupun diam- diam. Yang nikahnya diam- diam, kalau beberapa saat kemudian kita mendengarnya dari dia atau orang lain, seringnya kita pasti bilang, "Hah, udah nikah?? Lho kok nggak undang2..."

Ada 3 kemungkinan mengapa kita nggak tahu jika salah satu teman menikah:
  1. Undangan nggak sampai ke kita
  2. Emang dari sononya kita nggak diundang. Muehehehe
  3. Dia memang menikah diam- diam tanpa ada pesta resepsi alias walimahan. Jadi cuma akad aja. Itupun terbagi menjadi dua macam lagi yakni: nikah yang dicatatkan di KUA, ataupun tidak (nikah siri).
Postingan ini akan ngebahas yang poin ke-3, yakni pernikahan yang dilakukan diam- diam (baik nikah siri atau yang sah menurut undang- undang). Pernikahan diam- diam ini biasanya yang ikut mrnyaksikan ialah keluarga atau kerabat dekat saja. Tanpa undangan ke teman kantor, sekolah, dan mungkin juga tetangga.

Mengapa sih pernikahannya dirahasiakan?
Menurut saya nih ada beberapa faktor, diantaranya:
  1. Mungkin ia adalah seorang publik figur. Ada hal tertentu yang membuat pernikahannya tidak disiarkan. Ia takut jika karirnya turun (apalagi jika sedang naik daun) jika ada pemberitaan tentang dirinya yang telah menikah.
  2. Takut. Ya, takut saja. Takut ketahuan istri pertama jika ia menikah lagi. Hihihi. Padahal demi kemaslahatan dan kebahagiaan keluarga, seharusnya seorang pria yang berniat menikah lagi, harus memberi tahu istri- istrinya (dalam hal ini termasuk istri pertama). Syarat berpoligami ialah adil. Bagaimana seorang suami bisa adil kepada istri- istrinya jika hubungan kepada salah satu/beberapa istri dilakukan dengan diam- diam. Takut yang kedua yakni takut dipecat dari pekerjaan. Bisa jadi ia berstatus pegawai negeri yang notabene nggak boleh nikah lagi. Atau ia memiliki kontrak kerja dengan perusahaan yang mengharuskan ia tak boleh menikah dulu.
  3. Malu. Malu karena masih kuliah (belum ada gelar yang dicantumkan di undangan), malu karena (maaf) hamil di luar nikah, ataupun malu karena nggak punya banyak modal untuk nikah. Nggak punya banyak modal jadi nggak bisa ngadain pesta mewah atau ngundang banyak tamu.  Kalau yg ini mah (malu nggak punya modal banyak) orang yang tipenya gengsian.
Aih, mengapa musti takut untuk mengabarkannya kepada orang banyak? Menurut saya sebuah pernikahan ya harus dikabar- kabarkan (disyiarkan) kepada orang lain. Entah ia seorang publik figur, masih berstatus mahasiswa, ataupun jika ia menikah lagi. Ketika ada kasus tertentu, seperti misalnya (maaf) kehamilan di luar nikah, mungkin akan ada pembicaraan internal keluarga terlebih dahulu mengenai pernikahan yang akan dilangsungkan.

Tapi nih, intinya jika itu kabar baik, sebaiknya disiarkan pernikahnnya. Dengan cara apa? Walimah. Atau istilah khususnya yakni makan- makan dalam pesta pernikahan/resepsi.

Rasulullah Saw bersabda kepada Abdurrahaman bin Auf: "Adakan walimah sekalipun dengan seekor kambing"

Dari Buraidah ia berkata: Ketika Ali melamar Fathimah, Rasulullah Saw bersabda: “Sesungguhnya harus, untuk pesta perkawinan ada walimah” (HR Ahmad)

Di dalam Islam, sangat dianjurkan mengadakan walimah sebagai syiar pernikahan. Sederhana pun tak apa. Seperti sabda Rasulullah SAW, sekalipun dengan seekor kambing. Mengapa? Hal tersebut dianjurkan agar nantinya tak akan timbul masalah. Nah loh, masalah apa lagi sih?

Ilustrasi: Seumpama ada yang menika saat duduk di bangku kuliah. Sebut saja mas A dan mbak B. Awalnya mereka beda kos (ya iyalah). Tetapi saat menikah mereka menjadi... tetap beda kos. Hehehehe. Hal itu dilakukan karena mau menghabiskan jatah kos setaun dulu. Pan rugi soalnya udah bayar 1 tahun *evil smile. Sang suami kalau mau berangkat kuliah selalu menghampiri sang istri yang notabene berjilbab lebar. Dijemput dan diboncengkan. Sang istri pegangan pinggang suami dengan mesra.

Apa yang akan dibayangkan orang, terutama jika yang melihat juga sama- sama berjilbab lebar. Pasti mereka akan melotot, mulut ternganga, jantung berdebar- debar, terus ngabarin temen yang lain, terus tabayyun (kroscek). Itupun jika langsung kroscek. Terkadang malah ada yang melalui tahap yang (paling) menyakitkan yakni digunjingkan. Malah jadi fitnah.

Kasian dong Mas A dan Mbak B. Iya dong pastinya. Nah, itu juga karena mereka nggak menyiarkan kabar bahagia tentang pernikahan mereka.

Ilustrasi lain: Mas C dan Mbak D dikenal sebagai dua sejoli di kampus. Mereka memutuskan untuk menikah diam- diam dahulu. Nggak berapa lama Mbak D hamil. Gemparlah seantero jagad perkampusan. Diam- diam banyak yang ngomongin (baca: nggunjingin) Mbak D. Ya tentang ia hamil lah, siapa bapaknya lah, sampai pekerjaan Mbak D dipertanyakan. Dikira disamping kuliah, Mbak D juga bekerja sebagai (maaf) PSK. Nah loh *tepok jidat tetangga. Padahal kan bapak dari janin yang dikandung Mbak D ialah suaminya sendiri, Mas C. Fitnah lagi yang berkembang.

Ilustrasi yang lain lagi: Pak E menikah dengan Bu F, dikaruniai anak yang bernama Mas G. Diam- diam Pak E juga menikah dengan Bu H. Dan diakruniai anak Mbak I. Bertahun- tahun berlalu. Kabar Pak E yang menikah lagi juga tak diketahui oleh Bu F (istri pertama) sampai anak beranjak dewasa. Mas G dan Mbak I ternyata kuliah di tempat yang sama. Mas G sebagai senior/kakak angkatan Mbak I. Pas ospek, mereka saling jatuh cinta. Mas G dan Mbak I memutuskan untuk menjalin kisah kasih mereka sebagai sepasang kekasih. Tiba- tiba ada hal yang tak diinginkan terjadi. Apakah itu? Jeng jeng... Mbak I hamil karena Mas G. Pusing lah mereka. Sampailah mereka pada pertemuan keluarga. Terkuaklah kenyataan yang sebenarnya. Mas G dan Mbak I sebenarnya adalah... SAUDARA!


Arrghhhh.....................................

CUT!!!!!!!!!!!!!
Maaf, cerita di atas hanya akting saja. Mohon maaf jika ada kesamaan kejadian, nama, maupun lokasi. Hehehe. Tapi nih, ada juga lho yang benar- benar terjadi di kehidupan nyata.

Jadi nih ya, syiarkan pernikahanmu kepada yang lainnya. Adakan walimah, meski sederhana. Karena sejatinya berita tentang pernikahan merupakan kabar gembira. Nggak mau kan ada fitnah yang terjadi kemudian. Atau ada gunjang- gunjing nggak jelas tentang kita. Dan kalau berita pernikahan disyiarkan tentu ada banyak do'a yang baik yang mengalir untuk keluarga yang baru dibangun. :)


Continue reading...

25/03/14

Jangan Jadi Orang yang Nyebelin #2


Hai hai.. Moshi moshi.. :)

Aku lanjutin ya postingan beberapa hari yang lalu. Masih membahas tentang orang yang nyebelin bin ngegemesin bin bikin gondok. Yang belum sempet baca- baca postingan part 1 nya bisa dibuka disini. Yang udah nyempetin baca, bisa diingat2 lagi bagian terakhir postingannya. Di bagian akhir postingan kemarin kusempilkan apa yang mau dibahas di postingan kedua ini.

Jangan Jadi Orang yang Nyebelin part 2 ini akan ngomongin perihal suka rempong sendiri. Rempong yang saya kamsud, eh maksud, bukan rempong yang suka panikan sendiri, sering lupa sama barang sendiri, atau suka ribet bawa banyak barang loh. Rempong yang akan dibahas yaitu kalau ada masalah suka pusing sendiri, ribet sendiri, dan malah nyalahin orang lain.

Semisal nih di kantor, kita lagi ada kerjaan dobel dan mepet deadline semua. Karena merasa sedikit kesulitan, atau kalau dikerjakan dua- duanya sendirian waktunya nggak cukup, maka kita minta bantuan temen. Tentu saja meminta tolong dengan cara baik- baik.

Beruntunglah jika teman bisa membantu. Kalau nggak bisa, tentu kita nggak bisa memaksakan itu. Karena bisa jadi ia justru lebih sibuk dari kita. Jika ia menolak, maka kita mau nggak mau harus berusaha sendiri mengerjakan pekerjaan tersebut. Apalagi kalau ia menolak sambil marah- marah. Dan malah bilang kalau kita nggak becus menyelesaikan pekerjaan. Yang bisa kita lakukan hanya tutup mulut mak klakep, minta maaf udah ganggu sambil mlipir meninggalkannya plus ngelus dada. :D

Nah, gimana nih kalau Orang Yang Kita Mintai Tolong Tapi Nggak Bisa (sebut saja ia OYKMTTNB) itu akhirnya diam- diam menyelesaikan pekerjaan kita? Esoknya kita tahu hal itu dari bos/teman kantor yang lainnya. Tentu senang dong, akhirnya ada yang bantuin. Kita juga harus berterimakasih pastinya. Tapi... agak sedikit ngganjel ya. Tadi ia menolak membantu kita. Terus akhirnya membantu menyelesaikan diam2. Sampai selesai pula. Kok nggak ngomong apa2 ya.

Setelah kita tahu bahwa OYKMTTNB itu nuntasin pekerjaan kita sampai tuntas tas tas, tentu saja kita harus sampaikan ucapan terimakasih yang sebesar- besarnya.

Tapi nih ya, gimana kalau pas kita samperin buat ucapin terimakasih, ia malah... marah. Lalu malah ngomelin kita, bilang kalau gitu aja nggak sanggup nyelesaiin. OYKMTTNB bilang, "Kalau nggak bisa, ngomong kek dari awal. Aku kan jadi nggak bisa nyelesaiin pekerjaan- pekerjaan yang lain. Tadi nasiku sampai gosong. Anakku sampai nggak makan. Pekerjaan kantor lain jadi terbengkalai..Bla.. Bla.. Bla.."

Dan... kita cuma bisa melongo. :-O So what??

Oh My God! Kena semprot dua kali deh. Tau gitu, kenapa OYKMTTNB ngebantuin sih. Mau nyemprot gantiaan (kenapa akhirnya ia yang nyelesaiin), tapi jadi nggak enak. Gitu- gitu ia udah ngerampungin pekerjaan kita. Bisanya cuma gondok abis.

Poin yang ingin aku sampaiin disini berkaca dari kasus di atas ialah:
  1. Kalau ada orang yang minta tolong, kalau kita ngerasa nggak bisa membantu, ya menolaklah dengan baik dan halus. Jangan malah marah- marah nyalahin orang yang sedang kesusahan.
  2. Dan kalau mau membantu, kita kudu IKHLAS. Kalau emang nggak sanggup membantu, lebih baik nggak usah coba- coba bantu. Toh malah kebaikannya jadi sia- sia karena kita nggak ikhlas (ingin diberi sanjungan/imbalan ketika sudah membantu). Kebaikan jadi tak bernilai pahala. Apalagi kalau ada yang minta bantuan- lalu kita tolak sambil kita omelin- tapi akhirnya kita bantu diam2- setelah itu ia berterimakasih, eh, tapi malah kita omelin lagi. Bisa- bisa kita disebelin sama banyak orang.
Jadi, jangan jadi orang yang seperti OYKMYTNB ya. Apa- apa dibikin ribet. Kalau emang nggak sanggup bantu ya jangan dipaksain bantu. Kalau jadi susah sendiri, ya jangan malah ikut nyusahin orang lain dengan memarahinya.

*Tepok jidat dah.

Pssst, jikalau ada kesamaan nama (OYKMYTNB), lokasi, serta kejadian, mohon maap ya. Cerita ini semi fiktif belaka. Hehehe.


Continue reading...

23/03/14

Mary Had a Little Lamb


Siapa yang dulu saat kanak- kanak pernah menyanyikan (atau mendengarkan) lagu Mary Had a Little Lamb?
Aku... Aku... Aku... :D
Sumber: disini

Lagu yang berkisah tentang seorang Mary kecil yang punya domba berbulu putih yang lucu. Domba itu suka mengikuti Mary kemana saja. Hihihi. Lagu ini memiliki lirik yang mudah dihafal dan nada yang digunakan juga masih sederhana. Sehingga mudah untuk dihafal anak- anak. Belajar musik dan bahasa Inggris jadi makin asyik.

Lagunya memiliki banyak versi lirik. Ada yang dinyanyikan sampai selesai, atau hanya sampai berapa bagian saja (dipotong). Berikut ini lirik lagu Mary Had a Little Lamb. Kalau ada yang punya versi lain atau yang lebih lengkap+partiturnya, bisa ditambahkan ya. :)

Mary had a little lamb,
Little lamb, little lamb,
Mary had a little lamb,
Its fleece was white as snow

Everywhere that Mary went,
Mary went, Mary went,
Everywhere that Mary went
The lamb was sure to go

It followed her to school one day
School one day, school one day
It followed her to school one day
Which was against the rules.

It made the children laugh and play,
Laugh and play, laugh and play,
It made the children laugh and play
To see a lamb at school



Partitur Mary Had a Little Lamb

Selamat menyanyi dan bermain musik. ^^


NB: Ini merupakan lagu masa kecilku. Sampai besar masih ingat pola nadanya, meski liriknya udah nguap kemana- mana. Muehehe. Next time, partitur lagu jaman ikut ansambel di SMP. Yippie, Edelweiss.. :)
Continue reading...

Pemilu Sebentar Lagi, Akankah Terwujud Cita- Cita Masyarakat Madani?


Sebentar lagi Indonesia akan menyelenggarakan yang namanya pesta demokrasi. Diawali dengan dilaksanakannya pemilihan anggota legislatif kemudian pemilihan presiden. Tak ayal, pemilihan presiden pasti menyedot perhatian khusus setiap warga negara Indonesia. Berbagai wacana pun mulai bergulir. Dari banyaknya masyarakat yang mulai antipati terhadap pemerintah, siapakah yang mendekati karakteristik pemimpin ideal, hingga bagaimana nantinya mewujudkan tatanan negara yang bersih, adil, sejahtera, dan bebas korupsi. 

Pencarian orang terbaik yang mendekati karakteristik pemimpin ideal pun sudah di mulai. Beberapa figur yang seperti itu mulai dicitrakan di media. Masyarakat pun dapat melihat langsung, membandingkan satu dengan yang lainnya, serta menilik track record calon presiden Indonesia. Namun sayangnya, saat ini banyak media yang subjektif dengan mewartakan berita yang merupakan 'titipan'. Maka dari itulah, pemilih diharuskan untuk mencermati lebih dalam seluk beluk para calon pemimpin bangsa.

Unsur kepemimpinan adalah unsur yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan. Sudah merupakan fitrah manusia untuk membentuk kelompok. Dalam sebuah kelompok selalu dibutuhkan seorang pemimpin. Pun begitu pula dalam tatanan kenegaraan. Dibutuhkan seorang pemimpin untuk memimpin negara. Pemimpinlah yang nantinya mengatur dan menyatukan. Sejarah membuktikan bahwa kepemimpinan yang dicontohkan Islam merupakan kepemimpinan dengan model terbaik. Contoh nyatanya adalah orang teragung sepanjang masa, Nabi Muhammad SAW. Berkat kepemimpinan yang hebat dari Rasulullah, pasukan Arab yang semula kecil menjadi salah satu pasukan yang cukup kuat serta disegani bangsa lain. 

Berikut merupakan pengakuan salah satu tokoh, yakni Mahatma Gandhi, terhadap jiwa kepemimpinan Nabi Muhammad SAW:
"Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia... Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan, kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan.."

Indonesia merupakan sebuah negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam. Islam di Indonesia merupakan mayoritas terbesar umat Muslim di dunia. Ada sekitar 85,2% atau 199.959.285 jiwa dari total 234.693.997 jiwa penduduk (sumber: disini). Saat ini bahkan jumlah umat Islam di Indonesia merupakan yang terbanyak di antara negara- negara di dunia. Meski Indonesia mayoritas penduduknya ialah muslim, tapi bentuk praktik politik Islam di Indonesia ialah tidak secara legal- formal menjadikan Islam sebagai dasar negara.

Dalam prinsip politik Islam, terutama terkait dengan kepemimpinan, pemimpin ialah yang bukan orang kafir, dapat diterima ummat, yang mengerti status kepemimpinannya ialah amanah dari Alloh, serta yang memperhatikan kepentingan kaum muslim. Pemimpinlah yang menentukan perjalanan ummatnya. Apabila sebuah jama'ah memiliki seorang pemimpin yang prima, produktif dan cakap dalam pengembangan dan pembangkitan daya juang dan kreativitas amaliyah, maka dapat dipastikan perjalanan ummatnya akan mencapai titik keberhasilan. Kepemimpinan dalam Islam merupakan sebuah proses dalam memberikan keteladanan pada orang lain. Keteladanan ini dapat dilihat dari sikap dan perilaku seorang pemimpin.

Maka dari itulah, kepemimpinan Nabi Muhammad SAW sudah seharusnya dijadikan kriteria ideal dalam mencari seorang pemimpin bagi penduduk muslim Indonesia. Kepemimpinan Islami yang seharusnya menjadi prasyarat utama dalam menyeleksi calon pemimpin bangsa ini.
Untuk lebih jauhnya, bagaimanakah konsep Kepemimpinan Islami itu? Bagaimanakah sifat- sifat pemimpin ideal itu?

  1. Bertaqwa kepada Alloh SWT dan beramal sholeh. Pemimpin yang selalu menjalankan perintah Alloh dan menjauhi laranganNya tentu saja jelas lebih menentramkan. Serta ia juga mengamalkan keimanan dalam bentuk amal sholeh.
  2. Laki- Laki. Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. Oleh karena Alloh telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Alloh lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Alloh telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Alloh Maha Tinggi lagi Maha Besar.” (QS. An Nisaa’:34). Bagaimana dengan Ratu Bilqis yang memimpin negeri Saba’? Ratu Balqis menjadi kepala negara, jauh sebelum dia mengenal Islam.
  3. STAF (Shiddiq, Tabligh, Amanah, dan Fathonah).  Seorang Shiddiq ialah yang sanggup berkata jujur. Tabligh artinya menyampaikan. Pemimpin yang baik seharusnya menyampaikan informasi apa yang ia punyai. Seorang pemimpin juga tak boleh menutup diri ketika dibutiuhkan rakyatnya. Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin atau pemerintah yang menutup pintunya terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinan kecuali Allah akan menutup pintu-pintu langit terhadap kebutuhan, hajat, dan kemiskinannya.” (Riwayat Imam Ahmad dan At-Tirmidzi). Amanah artinya dapat dipercaya. Dan Fathonah artinya cerdas, cermat, tepat menentukan tindakan, mampu membaca keadaan, dan memahami permasalahan. 
  4. Tegas dan teguh pendirian. Seorang pemimpin tidak boleh lemah dan ragu. Rasulullah selalu tegas dalam membela agama Islam, tidak tergoda dengan rayuan dan sogokan.
  5. Tidak meminta Jabatan. Rasulullah bersabda, ”Wahai Abdul Rahman bin samurah! Janganlah kamu meminta untuk menjadi pemimpin. Sesungguhnya jika kepemimpinan diberikan kepada kamu karena permintaan, maka kamu akan memikul tanggung jawab sendirian, dan jika kepemimpinan itu diberikan kepada kamu bukan karena permintaan, maka kamu akan dibantu untuk menanggungnya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim).
  6. Memutuskan perkara dengan adil. Rasulullah bersabda, ”Tidaklah seorang pemimpin mempunyai perkara kecuali ia akan datang dengannya pada hari kiamat dengan kondisi terikat, entah ia akan diselamatkan oleh keadilan, atau akan dijerusmuskan oleh kezhalimannya.” (Riwayat Baihaqi dari Abu Hurairah dalam kitab Al-Kabir).
  7. Lemah lembut. Rasulullah SAW terkenal dengan sifatnya yang ramah, halus tutur katanya, tidak menyinggung perasaan orang lain.
  8. Berpegang pada hukum Alloh. Alloh berfirman, ”Dan hendaklah kamu memutuskan perkara diantara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.” (QS. Al-Maaidah:49). 
Itu tadi diantaranya ciri kepemimpinan Islami. Pemimpin itu merupakan pelayan ummat. Namun yang sangat disayangkan ialah masih banyak pemimpin yang menganggap bahwa dialah yang harus dilayani oleh rakyat. Pada era kini, kita dapat menyaksikan pemimpin yang berperilaku sewenang-wenang, doyan korupsi, hobi perang, gila jabatan, dan perilaku negatif lainnya. Cukup sulit mencari pemimpin yang sempurna. Bukan sempurna karena pencitraan di media. Tapi sempurna mendekati sifat atau ciri kepemimpinan Islami yang telah disebutkan di atas.
 
Sejatinya agama Islam memandang bahwa kepemimpinan memiliki posisi yang strategis dalam terwujudnya masyarakat yang berada di dalam Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur (QS. Saba’:15). Yakni masyarakat Islami yang dalam sistem kehidupannya menerapkan prinsip-prinsip Islam. Dengan adanya kepemimpinan Islami, maka diharapkan menjadi pemercepat terciptanya tatanan masyarakat  madani. Apa itu masyarakat madani?

Menurut Bahasa Arab, madani berasal dari kata madaniy. Kata madaniy berakar dari kata madana berarti mendiami, tinggal, atau membangun. Kemudian berubah istilah menjadi madaniy yang berarti  beradab, orang kota, orang sipil, dan yang bersifat sipil atau perdata. Sedangkan menurut Bahasa Inggris, madani berarti juga civil society atau madinan society (masyarakat sipil). Jika ditarik garis besarnya, masyarakat madani yaitu masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai peradaban. Dalam definisi lain menyebutkan bahwa referensi masyarakat madani ada pada kota Madinah. Madinah merupakan sebuah kota yang sebelumnya bernama Yastrib di wilayah Arab, di mana masyarakat Islam di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad SAW di masa lalu pernah membangun peradaban tinggi.

Masyarakat madani adalah sebuah masyarakat dimana bangunan masyarakatnya tidak didasarkan pada strata. Anggotanya menyadari adanya hak dan kewajibannya dalam menyatakan pendapat dan mewujudkan kepentingan. Pemerintah memberikan akses seluas- luasnya bagi masyarakat untuk mewujudkan program di wilayah masing- masing. Masyarakat madani bukanlah masyarakat yang instan atau langsung sekali jadi. Masyarakat madani ialah masyarakat yang dibentuk dari proses yang panjang dan perjuangan yang berkelanjutan. Masyarakat madani yang dahulu dibangun oleh Nabi Muhammad SAW memiliki ciri-ciri  penghargaan kepada manusia berdasarkan prestasi (bukan prestise seperti keturunan, kesukuan, ras, dan lain-lain), keterbukaan partisipasi seluruh masyarakat, dan penentuan kepemimpinan melalui pemilihan bukan berdasarkan keturunan.

Masyarakat madani sebagai masyarakat yang ideal juga memiliki karakteristik sebagai berikut:
  1.  Berakhlak mulia
  2.  Berperadaban tinggi
  3.  Keseimbangan antara hak dan kewajiban sosial
  4.  Toleran
  5.  Damai
 Untuk mencapai kondisi ideal seperti di atas, maka diperlukan beberapa prasyarat yakni:
  1. Terpenuhinya kebutuhan dasar individu, keluarga, dan kelompok dalam masyarakat. 
  2. Tolong- menolong tapi tetap tidak mencampuri urusan individu masing- masing
  3. Terbukanya akses terhadap berbagai pelayanan sosial
  4. Terselenggaranya sistem pemerintahan yang memungkinkan lembaga-lembaga ekonomi, hukum, dan sosial berjalan secara produktif dan berkeadilan sosial.  
  5. Adanya jaminan, kepastian dan kepercayaan antara jaringan-jaringan kemasyarakatan yang memungkinkan terjalinnya hubungan dan komunikasi antar mereka secara teratur, terbuka dan terpercaya.  
Masyarakat madani memerlukan adanya pribadi-pribadi yang berkeadilan. Ketulusan jiwa itu hanya terwujud jika beriman terhadap Alloh. Masyarakat madani akan terwujud jika ummat Islam bergerak bersama- sama, saling membantu, melindungi, mendukung, bukan malah saling menyerang atau menghancurkan. Bagaimana jika kita bandingkan dengan realita kondisi Indonesia saat ini? Indonesia sudah memiliki perangkat untuk menuju masyarakat madani, yakni berupa UUD 1945, bahasa Indonesia, dan Pancasila. Jika mulai dari pemerintah dapat menjalankan mandat Pancasila dan UUD 1945, maka bukan tak mungkin dapat tercipta tatanan masyarakat Indonesia yang semakin dekat menuju ke arah masyarakat madani.

Namun sayang, sampai saat ini, cita- cita masyarakat madani belum sepenuhnya terwujud. Seandainya saja pemerintah mau untuk menjalankan pemerintahan dengan baik, bersih, memberi contoh masyarakat dengan tauladan yang baik, tidak korupsi, ataupun tidak membuat kasus di sana- sini. Pasti cita- cita menuju tatanan masyarakat akan madani terwujud dengan lebih cepat.

Itu menjadi PR untuk kita semua. Melalui momentum Pemilu Legislatif dan Presiden 2014, diharapkan seluruh warga negara Indonesia dapat berpartisipasi. Masyarakat hendaknya memilih wakil rakyat serta pemimpin yang mendekati karakteristik ideal versi Islam serta yang mampu memberikan sebuah kepemimpinan Islami. Hal tersebut dalam rangka membantu mempercepat terwujudnya cita- cita masyarakat yang madani di Indonesia tercinta.


Artikel ini sebagai postingan yang diikutkan dalam Lomba Blog Dakwah se- Nasional

http://www.umatmuhammad.com




Continue reading...

19/03/14

Indahnya Keliling Dunia


Aku terbangun dari tidurku dengan peluh membasahi seluruh tubuh. Kaos yang kupakai semalam sepertinya basah oleh ompolku, eh keringatku. Tiba- tiba ada bau yang menyengat menyergap hidungku. Bau yang kukenal sekali. Aha, bau terasi campur ikan asin. Tapi darimanakah sumbernya? Kulirik Mitsy kucingku, yang masih tidur di kursi malas di sebelah ranjangku. Aku segera beranjak dari ranjang. Kuendus- endus sekitar mulut Mitsy. Mungkin ia semalam makan ikan asin atau entah apapun itu. Tapi kurasa tidak. Mitsy tidak bau. Hidungku masih mengendus- endus mencari bau yang nggak hilang- hilang itu. Heiii, aku menemukannya. Ternyata itu bau badanku sendiri. :D

Heran deh, semalem aku abis ngapain sih. Sekarang kok jadi bau sekali.

*******
Wuzzzzzz...... wuzzzzzz..... wuzzzz.....
Angin kencang menampar- nampar wajah cantikku (maaaf, aku emang mak- mak narsis). Jilbab dan gamisku berkibar- kibar nggak menentu. Kulihat ke belakangku, ahhh, Badai Gurun!

Bergegas aku ambil langkah seribu. Ku lihat sedikit lagi aku sampai di gedung pencakar langit yang berdiri kokoh di seberangku. Ayo, cepat.. cepat. Aku kembali menengok ke belakang. Kulihat gulungan pasir raksasa mirip gulungan ombak besar di pantai. Glekk. Jangan sampai aku tertelan olehnya. 

Sedikit lagi. Dan.. sampailah aku di gedung super tinggi ini. Selamat datang kembali di Burj Khalifa!


Sumber: di sini

Ya, aku tengah menginap di salah satu kamar di sini. Barusan aku dari membeli makanan di luar. Entah mengapa aku memilih membelinya di luar. Padahal fasilitas restoran sudah ada di bangunan ini. Ah sudahlah. Yang penting aku sudah sampai di dalam. Kini aku berada di dalam lift menuju kamarku di lantai 130. Meski sudah kena AC, aku tetap masih ngos- ngosan akibat lomba lari dengan gulungan badai gurun tadi.

Lamat- lamat kuperhatikan bungkusan yang kubawa tadi. Anehnya aku lupa dengan apa yang kubeli. Kenapa bungkusnya minyakan gini ya. Kubuka perlahan- lahan bungkusan itu (mungkin lebih tepatnya disebut kresek kali ya). Dan... taraaaa... Bujubune... Ternyata gorengan sodara- sodara. Ada gorengan singkong, pisang, bala- bala (bakwan), dan tempe. Lengkap dengan cabe rawitnya.

Belum habis rasa heranku, pintu lift lalu terbuka. Bukannya melangkahkan kakiku keluar lift, aku malah diam di tempat. Aku dibuat terpana dengan mulut melongo. Kukucek- kucek mataku. Aman, nggak ada belek. Ku pejamkan sejenak lalu ku buka mata lagi. Pejam lagi, buka lagi. Tetap sama, tak merubah suasana khas di depan mataku.

Seharusnya di hadapanku itu koridor hotel tempatku menginap. Tapi entah mengapa aku kini berdiri di pintu masuk ruang makan yang besar sekali. Dihiasi lilin- lilin yang super duper banyaknya. Bukan di atas meja. Tapi tepat di atasnya, melayang di bawah langit- langit ruangan. Suasananya nggak asing lagi. Apalagi ruang makan itu riuh rendah oleh banyak suara.

Tapi karena aku ngerasa takut, ku undurkan kakiku ke belakang. Tanganku refleks hendak meraih tombol lift. Tapi... eits, tombolnya hilang!

Liftnya juga hilang!

Aku berdiri di dekat pintu biasa ternyata. Hei, kemana perginya lift yang tadi?
Dan ada yang aneh dengan bajuku. Kuperhatikan dengan seksama. Bajuku telah berubah menjadi sama dengan orang- orang di dalam ruang makan itu. Lengkap dengan tongkat aneh yang berada di tanganku. Kurasa bungkusan gorengan tadi telah berubah menjadi tongkat sihir.

Ya, aku kini berada di ruang makan Hogwarts. Sekolah sihir Harry Potter.

Sumber: di sini



Woowww... Aneh.. Hehehe...

Karena perut udah keroncongan dari tadi. Tak ayal aku masuk ke ruang makan besar itu. Soalnya niat mau makan gorengan sesampainya di kamar hotel tadi pupus sudah. Gorengannya sudah berubah jadi tongkat sihir. Meski aneh juga sih, tadi kenapa di Dubai aku malah beli gorengan.

Setelah acara makan malam selesai, tiba- tiba kucingku Mitsy muncul di atas meja. Kaget aku dibuatnya. Segera Mitsy kuraih dengan tanganku. Tapi sebelum tanganku berhasil meraihnya, ia sudah lari ke luar ruang makan. Kuikuti dia. Dia berjalan pelan, aku juga pelan. Dia lari, aku lari. Lama- lama ngos- ngosan lagi nih aku. Seragamku sudah basah karena banjir keringat.

Setibanya di luar gedung sekolah, aku di hadapkan pada tempat yang lain lagi. Tempat itu tak asing lagi. 

Dan aku tengah berada di... brrrrr... kok adem bener..
Ahh, aku sedang berada di Schilthorn!
Schilthorn adalah sebuah tempat tertinggi di dunia di Pegunungan Alpen Bernese Swiss. Diselimuti salju abadi yang tak pernah meleleh.

Sumber: di sini

Wuah, asyiknya aku dapat bermain salju...
Aku asyik membuat bola- bola salju untuk menyusun boneka salju. Dan aku asyik merasai salju. Membayangkan bagaimana jika kutaruh di atas tatakan gelas lalu ku sirami dengan sirup cocopandan. Tenang saja, aku hanya membayangkan saja kok. -_-

Hihihi. Empuk sekali ya salju itu. Sambil rebahan, aku menikmati dingin dan lembutnya salju. Mungkin aku tertidur di atas tumpukan salju.

*******
Hoammm...
Kusingkap tirai yang menutup jendelaku. Lalu kubuka jendela. Sambil bertopang dagu, aku mengingat- ingat kejadian semalam. Berpetualang di Dubai, Hogwarts, dan kawasan Pegunungan Alpen. Pantas saja bangun- bangun aku jadi berpeluh ria. Ternyata ada scene lari- larian di sana. Hehehe.

Tapi... semua itu ternyata hanya ada di bunga tidurku.
Ah, tak apa. Mimpi yang indah kok. Kelak, pasti akan terwujud. Optimis!



Tulisan ini sebagai postingan yang diikutkan dalam Giveaway nya Mak Indah Nuria #MyDreamyVacation

Sumber: di sini
Continue reading...

18/03/14

Membumikan Festival Multimedia




Dewasa kini perkembangan teknologi semakin pesat. Televisi yang dulunya hitam putih kini jadi semakin semarak. Dulu jika mau nonton film beramai- ramai, berdirilah layar besar di tanah lapang yang kita kenal dengan layar tancep. Lalu lama- lama kita dikenalkan dengan yang namanya bioskop. Dan sampai sekarang bioskop pun masih eksis. Cuma bedanya, film- film di bioskop sekarang semakin bervariasi. Tempat makin eksklusif serta teknologinya pun makin canggih seiring makin pesatnya teknologi digital multimedia. Film- film yang tersaji pun animasinya semakin keren berkat kontribusi multimedia.

Apakah multimedia itu?
Multimedia dapat diartikan sebagai penggabungan atau pemrosesan unsur audio dan visual. Gambar, animasi, elemen grafis termasuk dalam unsur visual. Sedangkan suara, efek suara, instrumentalia termasuk dalam unsur audio. Multimedia melibatkan indera penglihatan dan pendengaran melalui media teks, gambar, animasi, video, audio, spesial efek, serta media interaktif berbasis komputer, teknologi komunikasi dan informasi. Sedangkan produk multimedia itu seperti yang sering kita lihat atau dengar dalam keseharian kita. Misalnya Televisi, Radio, Game, Film, Tutorial, Media Cetak, Internet, dan Musik. Maka dari itu, setiap saat pasti kita akan bersinggungan yang namanya produk multimedia.

Karena perkembangan multimedia semakin pesat, maka tak ayal jika kita dituntut untuk menyiapkan SDM yang mumpuni. Berbagai instansi pendidikan, seperti sekolah dan perguruan tinggi banyak yang sudah membuka jurusan multimedia. Tentang peminat jangan ditanya. Sudah banyak yang tahu bahwa jurusan ini sangat aplikatif dan terus berkembang seiring era keterbukaan informasi ini. Untuk lebih mengenalkan jurusan serta produk multimedia, maka institusi pendidikan harus memberikan akses seluas- luasnya kepada masyarakat. Untuk itu diperlukan suatu sarana untuk proses diseminasi informasi tersebut. Sarana yang dapat digunakan salah satunya melalui pameran/ festival/ expo. Maka jadilah Festival Multimedia. Melalui festival inilah, karya dari pelajar/mahasiswa/umum dapat diperkenalkan. Sehingga output yang diharapkan ialah masyarakat dapat mengerti tentang proses maupun produk dari multimedia.

Dengan mempromosikan acara tersebut, diharapkan masyarakat luas mampu untuk mengakses adanya Festival Multimedia. Tapi jangan asal berpromosi. Banyak masyarakat awam yang masih belum mengerti apa itu Festival Multimedia. Maka dari itulah, selain gencar berpromosi (baik dari institusi maupun panitia pameran), diharapkan pula untuk memberi sedikit pengertian tentang apa itu Festival Multimedia. Adapun agenda Festival Multimedia tersebut, pasti ada yang berbeda antara satu institusi dengan intitusi lainnya. Beberapa diantaranya ada agenda seminar pembuatan film pendek, lomba fotografi, lomba film fiksi dan dokumenter, lomba blog, diskusi film, pameran desain karya 2D/3D, seminar pembuatan film animasi, dan lain sebagainya. Kesemuanya bertujuan untuk mengenalkan multimedia pada masyarakat serta menggali ide segar dari kawula muda.

Secara garis besar, dalam suatu Festival Multimedia ada 3 acara besar yakni Seminar, Kompetisi, dan Pameran. Mari kita gali satu persatu:

1. Seminar
Dalam Festival Multimedia sering diadakan acara seminar. Mulai dari seminar pembuatan film, workshop foto fashion, seminar animasi (edunimasi) dan lain sebagainya. Dalam seminar, peserta akan lebih dikenalkan bagaimana proses menghasilkan suatu karya multimedia. Jika menginginkan acara seminar yang lebih interaktif, maka penyelenggara bisa membuat sesi khusus untuk mengajak peserta membuat produk multimedia secara langsung. Peserta juga jadi lebih mengerti jika para pembicara mendemokan cara penggunaan aplikasi secara langsung. Seminar juga akan lebih hidup jika pembicara yang diundang merupakan pembicara yang komunikatif ke peserta dan berprestasi.

2. Kompetisi
Ada berbagai macam kompetisi di bidang multimedia. Diantaranya ada lomba blog, fotografi, pembuatan film pendek, dan sebagainya. Kompetisi dapat diikuti oleh pelajar, mahasiswa, ataupun masyarakat umum. Dalam suatu kompetisi, tentu saja ada satu tema besar yang diangkat. Bisa memanfaatkan momentum tertentu seperti Pemilu, Hari Pahlawan, Hari Guru, ataupun tema umum seperti Save our Earth, Global Warming, dan lain sebagainya. Yang perlu dijadikan catatan khusus yakni mengenai masalah penjurian. Lebih baik jika penjurian dilakukan oleh juri yang benar- benar kompeten. Juri dapat pula langsung memberikan masukan kepada tiap peserta mengenai kelebihan/kekurangan dari hasil karya yang dihasilkan. Hal tersebut akan menambah semangat peserta kompetisi untuk berkarya lebih baik kedepannya.

3. Pameran
Biasanya karya- karya yang ditampilkan dalam suatu Festival Multimedia adalah hasil karya pelajar/ mahasiswa institusi tersebut. Tak menutup kemungkinan pula ada stand khusus untuk produk dari luar sebagai tambahan. Pameran juga sebagai sarana mempromosikan hasil karya. Tentu pengunjung banyak yang ingin mengenal lebih lanjut mengenai produk multimedia. Pengunjung dapat mendapat edukasi tentang seluk beluk multimedia dari pameran yang ada dalam Festival Multimedia

Semoga dengan adanya artikel ini, pembaca dapat mengenal lebih dalam tentang Festival Multimedia. Jika ingin mengenal lebih dalam lagi, bisa datang ke lokasi langsung. Yuuk, membumikan Festival Multimedia


Artikel ini sebagai postingan yang diikutkan dalam Kompetisi Blog Lover
Continue reading...

17/03/14

Jangan Jadi Orang yang Nyebelin #1




Pernah terlibat suatu masalah dengan orang lain? Tentu pernah ya. Yang namanya manusia pasti tak luput dari kesalahan. Tapi pernah nggak nih terlibat masalah dengan orang lain dengan penyebab utamanya adalah komunikasi. Pasti pernah juga kan. Lebih tepatnya sih kesalahpahaman dalam sebuah komunikasi. Apalagi jika komunikasi dilakukan via tertulis, dengan kata lain tanpa tatap muka langsung. Misalnya nih via sms atau chatting. Tentu saja prosentase terjadinya kesalahpahaman semakin besar. Maka dari itu,sebisa mungkin hindari komunikasi via texting jika itu sifatnya penting.

Kalau kesalahpahamannya semakin jauh, tentu saja akan ada masalah yang timbul antara kedua belah pihak. Kalau nggak segera diselesaikan dengan tatap muka langsung, ujung- ujungnya malah timbul gap atau jurang pemisah antara dua pihak itu. Apalagi jika hubungan di antara kedua belah pihak itu awalnya cukup dekat. Misalnya sahabat di kelas, keluarga, atau sesama masyarakat lainnya. Karena ada masalah, jadi jauh hubungannya. Nggak mau kan hubungannya terus- terusan nggak akur.

Kalau sudah kepalang timbul masalah, mending segera diselesaikan. Salah satu pihak harus ada yang mengalah dengan mendatangi langsung dan memulai pembicaraan untuk meluruskan kekusutan yang terjadi. Tentu saja dengan meminta maaf juga. Agar lapang hati masing- masing tanpa dibebani masalah. Entah siapapun yang memulai lebih dahulu, baik yang lebih tua atau yang lebih muda yang memulai meminta maaf tanda damai. Karena seyogyanya meminta maaf dahulu itu mulia. Serta siapa yang meminta maaf terlebih dahulu bukan didasarkan atas umur. Banyak lho, yang masih muda tapi keras kepala. Pun begitu juga banyak pula yang sudah tua tapi nggak temuo (dewasa). Tetep kekeuh dengan pendiriannya, nggak mau mengalah alias nggak mau minta maaf dulu. Maunya didatangi untuk dimintai maaf.

Pasti pernah juga kan meminta maaf terlebih dahulu meski diri ini bukan tersangka utama timbulnya masalah. Bisa jadi kita malah jadi korbannya. Tapi nggak ada salahnya jika kita yang memulai mengulurkan tangan dahulu tanda kita meminta maaf dan mengakhiri segala "pertikaian" yang ada. Ini bukti bahwa  kita ini berjiwa besar. Dan jika kita menjadi pihak yang dimintai maaf, lalu kita mampu memaafkan dan memperbaiki hubungan juga, maka itu tanda orang yang berjiwa besar pula. Sama- sama enak dan saling mengenakkan. Sama- sama menyingkirkan ego serta gengsi masing- masing demi terciptanya kembali harmoni bersama. Eciee.... :)

Tapi akan lain ceritanya jika kita sudah meminta maaf tapi respon yang kita terima bikin makan hati. Bukannya hati jadi plong karena masalah benar- benar selesai, tapi masih ada yang ngganjel di akhir proses penyelesaian masalahnya. Pernah ngalamin? Pasti pernah juga. Aseli, rasanya ihh gemes banget kalau orang yang kita mintai maaf tapi tetap tinggi egonya. Apalagi kalau kita yang jadi korbannya. Ibarat kata nih, dia tu sudah nyusahin orang lain, kepala batu, sombong, songong lagi. Upss.. ^^ Dan lagi kalau orang tersebut lebih tua usianya dari kita. Bukannya lebih dewasa tapi malah keras kepala. Haduh, jangan ditiru ya. Jangan jadi orang yang suka bikin masalah, susah minta maaf dan dimintai maaf, keras kepala, dan suka berbantah-bantahan (ngeyelan).

Ini nih contoh percakapan yang isinya bikin gemes, bikin melongo and bikin gondok hati. Diajak ngobrol baik- baik, tapi lawan bicara yang kita mintai maaf (padahal lebih tua usianya) malah memutarbalikkan omongan kita atau tetap keras kepala. Nggak sadar kalau sebelumnya sudah berbuat salah dan tak sadar sudah nyakitin hati orang lain. Contohnya nih ya:

A: "Maaf nih mba. Saya datang kemari untuk mencoba meluruskan masalah. Kemarin sebetulnya seperti ini mba duduk perkaranya... bla bla bla... Saya selaku pihak yang lebih muda, pasti banyak salahnya. Saya mohon maaf ya mba atas..."
B: "Lha iya situ muda.. Saya tua gitu..."
A: (tepok jidat mba nya)
A:"Mba, sayang minta maaf atas kesalahan komunikasi kemarin ya. Bla bla bla..."
B: "Ya gitu harusnya"
A: (banting kursi)
A: "Mba, maaf ataa ketidakpekaan saya. Saya memang nggak peka... bla bla bla..."
B: "Ya sama- sama. Saya tuh orangnya emang kayak gini. Agak keras sama cerewet. Jadi ya jangan kayak kemarin lagi sikapnya. Bisa- bisa saya semprot (baca: saya libas). Makanya kalau jadi orang, situ tu jangan... bla bla bla..."
A: (dengerin sambil ngelus dada)
Duhh, ngeselin kan. Nyebelin banget deh kalau udah bela- belain mendatangi untuk minta maaf, malah ujung- ujungnya masih gondok. Mungkin permasalahan secara kasat mata telah selesai. Tapi kok masih ada yang mengganjal di hati saja. Jika pernah ngalamin kasus seperti di atas, kalau dicermati sebetulnya memang watak dasar orang tersebut memang keras. Kalau sudah watak dasarnya keras, maka cukup sulit untuk berkomunikasi dengan orang yang seperti itu. Jangankan untuk dimintakan maaf. Untuk mengobrol biasa pun kita harus lebih hati- hati. Karena salah- salah, kita malah disemprot habis- habisan sama dia.

Jika bertemu dengan orang keras seperti itu, kalau kita nggak mau berurusan lebih jauh, maka opsi untuk menghindarinya menjadi opsi yang baik dan bijaksana. Dengan kata lain sebisa mungkin kita menghindari sumber masalah. Namun jika kita masih mau berteman dengannya, maka beranikan diri untuk menasehati dengan sopan agar ia mau merubah sikap kerasnya sedikit demi sedikit. Katakan bahwa tidak semua sikap keras itu baik. Apalagi kalau keras kepala dan menyusahkan banyak orang. Semoga dengan kita berteman dengannya, ia mau berubah menjadi lebih baik. Tapi nih ya, kalau sekali kita pernah ngobrol dengannya dan ia menegaskan sendiri kalau "aku ini keras lho orangnya", maka secara sadar ia menegaskan bahwa ia teguh akan sifatnya yakni keras kepala. Kalau seperti itu, cukup sulit kalau kita berniat untuk mengubahnya. Lebih baik berkomunikasi seperlunya saja. Kalau tetiba diketemukan dalam suatu kerja bareng, jangan sampai bermasalah ada masalah dengannya.

Nah guys, nggak asiik memang jika kita ketemu orang yang keras kepala. Tapi kalau malah kita sendiri yang keras dan kita menyadarinya, yuuk mulai ubah sifat dan sikap kita. Jangan sampai bikin orang lain terdzolimi karena kita ya. Be better! :)



*Next time mau bahas sifat nyebelin lainnya yakni suka rempong sendiri. Hihihi. Gimana nih kalau suatu ketika kita lagi nggak bisa melakukan suatu pekerjaan terus mencoba minta tolong orang lain untuk membantu tapi sama orang itu malah dimarahin karena katanya gitu saja kita nggak sanggup melakukan pekerjaan tersebut? Sudah pasti akhirnya kita berusaha menyelesaikan pekerjaan kita sendiri kan. Tanpa mencoba meminta bantuan lagi padanya. Terus gimana kalau dia akhirnya menyelesaikannya (bukan membantu lho, tapi mengerjakan sampai selesai pekerjaan kita) tanpa sepengetahuan kita? Dan kita baru tahu setelah ia selesai mengerjakannya. Pasti kita senang, bersyukur, dan pasti akan mengucapkan terimakasih sebesar- besarnya karena telah banyak membantu. Meski dalam hati, kita merasa aneh dan membatin "katanya nggak mau bantu, tapi kok akhirnya malah dia yang nyelesaiin dan nggak bilang2." Meski terasa aneh, tak menyurutkan rasa terimakasih kita padanya.Tapi... Tapi... Tapi... Gimana nih kalau pada akhirnya (setelah ia merampungkan pekerjaan kita) ia kembali menyalahkan kita, mengeluh jika pekerjaan milik dirinya sendiri jadi terbengkalai karena membantu kita dan ia jadi keteteran? Pusiing kan ngadepin orang seperti ini. Tunggu ya postingan lengkapnya esok hari. See ya... ^_^
Continue reading...

16/03/14

Dilarang Baca Komik!




Pernah dilarang sama ortu atau guru untuk nggak baca komik?

Itu bukan karena ortu/guru nggak sayang sama kita lho. Itu tandanya ortu/guru masih perhatian sama kita. Buktinya, mereka melarang untuk baca komik (ataupun juga buku- buku diluar buku pelajaran). Mereka perhatian sama kita karena mungkin takut nilai pelajaran kita jeblok atau kita jadi nggak fokus belajar di sekolah. Tuh kan, betapa beruntungnya kita yang masih diperhatikan orangtua. :)

Saya suka komik. Bahkan sangat suka. Dengan gambar- gambar, membantu saya lebih mendalami jalan cerita. Orangtua saya tahu saya suka komik. Mereka tidak melarang saya dengan keras atau terus- terusan, tapi juga tak mendukung sepenuhnya untuk membaca komik. Ortu saya tetap suka membelikan majalah bergambar khas anak- anak seperti Bobo yang isinya juga ada cerita bergambar seperti komik. Jadi, nggak papa ceritanya bergambar, asal bukan murni komik. Hehe. Ortu saya mungkin akan menaruh komik di bagian akhir daftar buku yang harus dibeli untuk dibaca anak- anaknya.

Saya punya komik hanya beberapa biji, dan yang berseri hanya komik Doraemon saja (itupun punya adik saya :D ). Itu juga karena kalau saya diajak ke toko buku, saya lebih memilih mengambil buku pelajaran. Jadi sebetulnya saya juga nggak terlalu suka (beli) komik, lebih baik minjem aja. Hehehehe. Tapi banyak juga yang hobi membeli dan ngoleksi komik. Bahkan koleksi komiknya bisa mencapai ribuan. Kalau saya, kalau disuruh ngoleksi buku, saya lebih memilih ngoleksi buku yang lebih tebal dari komik (baca:novel). Hihihi.

Kalau saya sedang bawa buku komik (tentu saja hasil pinjaman di rental buku) maka saya akan membacanya diam- diam (terutama saat SMP :D). Jangan- jangan banyak juga yang ngalamin kayak gini:
  • Berangkat ke sekolah dengan niat belajar
  • Tapi... Pas jam istirahat/ jam pulang sekolah mampir bental ke rental buku bareng temen- temen. Kalau pas pulang sekolah, enaknya kalau bawa sepeda/kendaraan sendiri. Kalau pas nunggu jemputan kudu sedikit kucing- kucingan biar ortu nggak tahu kalau abis dari rentalan atau bawa komik yang menuh- menuhin tas sekolah.
  • Setelah di rumah, komik langsung disembunyiin di tempat teraman.
  • Kalau malam pas jamnya belajar, langsung masuk kamar, pintu di kunci, buka buku lalu dibaca dengan khusyuk. Sayangnya yang dibaca bukan buku pelajaran, tapi komik yang abis dipinjam. :D Kalau pintu kamar digedor, "Nak, ayo makan bareng.." .Jawaban kita pastu, "Bentar mah/pah, nanggung nih, lagi ngerjain PR.." Padahal aslinya lagi asyik ngerampungin bacaan komiknya.
  • Kalau pas bawa komik di sekolah dan kalau pas pelajarannya ngebosenin, jurus utamanya: selipin komik di antara buku pelajaran. Tegakkan di atas meja. Lalu dibaca deh. Pan dari depan keliatannya kita rajin, baca buku paket. Gurunya aja yang nggak tahu kalau sebenarnya kita baca komik. Buku pelajaran hanya sebagai kamuflase. :D
  • Atau begini, baca komiknya di dalam laci. Dengan posisi badan kita senderan kursi, dan tangan sedikit masuk ke laci. Jadi deh, buka halaman demi halaman komik kesukaan. Jangan ditiru ya. Saya jarang melakukan, tapi pernah. Cukup sekali duakali pernah aja. Hehehehe.
  • Yang paling nggak enak nih kalau pas ada razia. Di SMP saya dulu, komik termasuk salah satu barang terlarang yang nggak boleh di bawa ke sekolah apalagi dibaca. Hehehe. Jadi, kalau pas mau ada razia, buru- buru deh, sekelas heboh nyembunyiin komik. Di kelas saya hampir dipastikan banyak yang bawa komik terutama siswa putrinya (termasuk saya).
  • Kalau mau balikin komik ke rentalan, tentu saja tetap dengan diam- diam. Balikin tapi juga minjem lagi. Muehehehe.
Bikin kita deg- degan plus waspada. Jangan sampai ketahuan ortu atau guru. Untung selama saya bawa komik ke sekolah, jarang tertangkap basah kena razia. Itupun karena saya dan teman- teman menyembunyikannya dengan lompat jendela kelas, keluar balkon yang menghadap luar sekolah, lalu sembunyiin deh d sana. Di taruh di atas tembok kek atau di tutupi apa gitu. Kan jarang tuh, guru- guru mau nglompatin jendela keluar balkon kelas. So, aman.

Tapi kalau sama ortu, sepandai- pandainya kucing terbang, toh tetep nggak ada sayapnya juga (apasih? :D ). Biasanya sama ortu saya nggak bisa bohong. Meski awalnya berkelit terlebih dahulu. Terutama jika ditanyain uang jajannya buat jajan apa. Hehehe. Jadi, meski sering kucing- kucingan juga, tapi sering juga ketahuan. Tapi ortu saya nggak pernah marahin. Ortu hanya menasehatin, supaya dikurangin baca komiknya supaya nilai pelajarannya nggak turun. Saya pun nurut. Tapi ya.. yang namanya anak- anak ya, kalau temen- temen di kelas pada baca komik, ya akhirnya keimanan jadi goyah juga. Halah.. Akhirnya pinjem komik lagi dah. :D

Yang namanya tren, lama- lama akan redup atau tergantikan juga. Begitu pula dengan kegiatan membaca komik. Setelah saya naik ke tingkat selanjutnya, yakni SMA, kegiatan membaca komik (lebih tepatnya meminjam komik) lama- lama hilang juga. Bukan berarti sudah nggak suka komik, tapi karena ada bacaan lain yang lebih menarik perhatian saya. Jeng jeng... Majalah bola, dan An- Nida. Hehehehe. Jadi, mulai SMA udah jarang ke rental komik.

Tapi nih, membaca komik merupakan penyakit kambuhan saya. Saat ini saya lagi doyan banget baca komik. Hehehe. Pas buat postingan ni aja, ada komik di deket saya. Membuat saya terinspirasi untuk membuat postingan ini. Tapi satu hal yang tetap sama, saya tetap malas beli komik, enaknya minjem di rentalan. :D Untuk urusan beli buku, sekali lagi saya mah mending beli novel dibanding komik. Kalau mau baca komik, ya minjem. Hehehe.

Karena udah lama banget saya nggak gaul sama yang namanya komik, kudet jadinya. Kurang update. Nggak tahu ada komik baru apa saja. Untungnya biasanya di rental komik ada papan tulis yang isinya koleksi buku- buku baru. So, saya jadi nggak khawatir. Tapi nih, saya tetep aja suka minjem komik- komik lawas yang dulu pernah saya pinjam saat SMP. Itung- itung nostalgila, eh nostalgia. Rata- rata gambarnya juga bagus- bagus. Kalau komik masa kini, bagus juga sih. Tapi saya jarang menemukan jalan cerita dan gambar yang bagus. Mungkin kalau ada pembaca yang tahu komik baru yang bagus, bisa minta rekomendasinya. :D

Membaca komik itu bukan membaca yang nggak ada gunanya lho. Menurut saya, membaca komik sama halnya seperti membaca karya sastra lainnya. Bisa menimbulkan emosi dan bisa memperoleh ilham dalam menulis. Menurut saya, silakan membaca buku apapun. Mau komik, novel, teenlit, buku motivasi, majalah, koran, dan lain- lainnya. Semua itu merupakan gerbang pengetahuan dan lautan hikmah. Apalagi kalau kita udah demen alias suka. Wuih, jadi gampang banget menyerap informasi yang ada dalam bacaan kita

Jadi nih, mau bacaan apapun nggak masalah. Tapi.. tetep harus proporsional, nggak berlebihan ya. Plus yang terpenting harus sesuai dengan usia. Contohnya nih: kalau punya adik/anak kecil, bisa tuh dikasih komik doraemon, majalah Mombi, Bobo, atau majalah anak yang lainnya. Bukan malah disodorin majalah gosip atau majalah masak khas ibu- ibu. Jangan ya.. :) Dan lagi, waktu untuk membaca buku di luar buku pelajaran juga harus ada, tapi jangan berlebihan. Misal nih, pas lagi pelajaran bacanya komikkk mulu. Jangan deh. Mending sisihkan waktu di hari libur atau pas tugas sekolah sudah selesai baru bisa baca buku di luar pelajaran.

Karena apa? Buku- buku di luar buku pelajaran juga penting lho. Di samping meng-kaya-kan pengetahuan serta wawasan kita, mendapat ilmu di luar bidang kita, pun kita juga dapat menarik hikmah dari buku- buku itu (baik komik sekalipun). Saat ini bahkan sudah banyak beredar komik- komik pendidikan maupun komik islami. Tuuh, makin menambah pilihan bacaan komik kita. ^^

Keep reading ;)
Continue reading...

Yuuk Ber(jilbab)Hijab Syar'i



Ada yang tahu bedanya Jilbab dan Hijab?

Hijab menurut Al Quran artinya penutup secara umum, Alloh SWT dalam surah Al Ahzab ayat 53 memerintah kepada para shahabat Rosulullah pada waktu mereka meminta suatu barang pada istri Nabi agar memintanya dari balik hijab. Jadi, hijab bisa berupa tirai pembatas. Terkadang kata hijab dimaksudkan ya jilbab itu sendiri. Sedangkan makna lain dari hijab adalah sesuatu yg menutupi atau menghalangi dirinya. Hijab sendiri berasal dari kata hajaban yang artinya menutupi, dengan kata lain al-Hijab adalah benda yang menutupi sesuatu. Syaikh Al Bani rahimahullah mengatakan, “Setiap jilbab adalah hijab, tetapi tidak semua hijab itu jilbab, sebagaimana yang tampak.”

Bagaimana halnya dengan jilbab? Hal ini tertuang dalam perintah Alloh, surah Al-Ahzab ayat 59 “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka…" Jilbab menurut standar Bahasa Arab berarti selendang, atau pakaian lebar yang dipakai wanita untuk menutupi kepada, dada dan bagian belakang tubuhnya. Jadi jilbab pada umumnya adalah pakaian yang lebar, longgar dan menutupi seluruh bagian tubuh. Sebagaimana disimpulkan oleh Al Qurthuby: “Jilbab adalah pakaian yang menutupi seluruh tubuh." Jadi jilbab sebenarnya adalah baju longgar yang menutupi seluruh tubuh perempuan dari atas sampai bawah.



Pertanyaannya, sudahkah sahabat putri sekalian mengenakan hijab? (jawab dalam hati masing- masing nggak papa..^^)
Jikalau belum, silakan bisa dibaca postingan saya sebelumnya ya. Semoga menjadi salah satu jalan untuk menggapai hidayah. :)
Di postingan kali ini, masih melanjutkan postingan yang sebelumnya yakni masih sama berbicara seputar hijab. 

Saat ini dimana- mana ada yang namanya video tutorial hijab, buku/majalah tutorial hijab, serta gambar wanita hijab warna- warni yang modelnya beraneka rupa. Sekarang pun sudah banyak ditemui wanita yang berhijab di tempat umum, di kampus, dan di mana saja. Beda banget ya kondisinya saat saya kecil dulu. Jarang sekali ditemui wanita yang berhijab. Kalaupun ada, hijabnya masih sederhana banget. Warnanya biasanya yang lembut seperti putih, putih tulang atau gelap seperti coklat, hitam, biru. Bahkan saya pernah dengar (mungkin saya pas belum lahir atau nggak ingat saja),  bahwa dulu sempat ada yang namanya pelarangan wanita untuk berjilbab terutama di instansi- instansi tertentu seperti di sekolah. Bersyukurlah kita sekarang, kondisinya sudah berlainan. Saat ini kebebasan wanita untuk mengenakan hijabnya sudah nggak dilihat aneh ataupun di larang- larang seperti yang lalu.

Akan tetapi, entah mengapa saat ini banyak wanita yang berhijab justru membuat saya terkadang sering merasa gelisah. Bukan karena saya jadi kalah cantik lho. Hehe. Esensi berjilbab kan bukan untuk cantik- cantikan. Senang karena saudari kita sudah menutup auratnya sih iya. Tapi jauh di lubuk hati saya yang terdalam (berapa meter yak dalamnya :D ), terdapat sebuah pertanyaan besar yang mungkin cukup sulit untuk dijawab.

Apakah niat kita dalam mengenakan hijab itu? Benar karena sudah mendapat hidayah Alloh atau hanya mengikuti tren fashion belaka yang membuat hijab menjadi semakin menarik? Ataukah karena banyak teman kita yang mengenakannya?

Kalau sudah menyangkut niat, silakan melihat ke dalam hati masing- masing.

Akan tetapi, yang hijabnya masih pendek atau belum seperti perintah berjilbab yang tertuang dalam Al- Qur'an, yuuk sedikit demi sedikit perbaiki hijabnya. Yang sudah berhijab syar'i semoga tetap istiqomah dan meluruskan niatnya kembali. Apa benar sudah murni melaksanakan kewajiban as muslimah. Jangan karena hijab yang kini berwarna warni dan bermacam modelnya itulah yang membuat kita berhijab. Kalau hanya seperti itu, kita hanya menuruti tren semata. Padahal tren itu cenderung berganti/beruah. Jangan sampai nih, ketika tren berhijab tergeser oleh tren yang lain, kita pun jadi meninggalkan hijab kita. Naudzubillaah.

Hati- hati dengan hijab punuk unta ya. Yang biasanya pakai cepol di kepala, mulai saat ini sebaiknya jangan lagi digunakan. Mengapa?


Pun begitu pula, yang sudah berhijab syar'i. Kembali lagi ke niat kita. Apakah berhijab syar'i nya kita benar- benar karena kesadaran akan kewajiban atau hanya sekedar mengikuti tren pula. Kalau begitu, kita tak ubahnya seperti  yang lainnya. Jangan sampai deh, berhijab syar'i tapi di lain waktu (misal saat endorse suatu produk) hijabnya ganti yang agak pendek. Atau berhijab syar'i tapi masih tabarruj (berdandan yang berlebihan). Banyak juga lho sekarang, jilbabnya sudah lebar, pakaian sudah longgar, tapi foto- foto cantiknya masih ada di berbagai sosial media. Foto dengan wajah yang cantik (dengan riasan yang menarik) juga bertebaran dimana- mana dan jadi pusat perhatian. Jadi sedih. Meski sudah berhijab syar'i, kita tetap harus menjaga diri ya. :(

Diri ini pun tak luput dari kesalahan. Saya mungkin juga pernah tak istiqomah ataupun seperti itu pula. Semoga tulisan ini juga menjadi suatu pengingat terutama untuk diri sendiri. Semoga kita terus berbenah menjadi pribadi yang baik lagi terutama dalam berhijab syar'i. Ingat, no tabarruj ya.
Continue reading...
 

Delicious Cupcakes Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting