14/12/14

Bunda





Ini lirik lagu Bunda yang dibawakan oleh teh Melly Goeslaw. Baguus banget dan tak pernah bosan untuk dinyanyikan dan didengarkan.

Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Ku pandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda

Fikirkupun melayang  
Dahulu penuh kasih 
Teringat semua cerita orang 
Tentang riwayatku

Reff: 
Kata mereka diriku slalu dimanja 
Kata mereka diriku slalu ditimang 
Nada nada yang indah 
Slalu terurai darinya 
Tangisan nakal dari bibirku 
Takkan jadi deritanya 
Tangan halus dan suci
Tlah mengangkat diri ini 
Jiwa raga dan seluruh hidup
Rela dia berikan

<>>

Oh bunda ada dan tiada dirimu 
Kan slalu ada di dalam hatiku


Continue reading...

Super Woman itu Bernama Mama


 
My Super Mom


Mama adalah sosok yang kuat, super malah. Beliau pribadi yang disiplin, perhatian, dan penyayang. Sedari saya kecil, Mama mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga sendiri. Meski Mama kala itu juga seorang guru, tapi pekerjaan rumah tak pernah terbengkalai. Setiap pagi menjelang sebelum Mama berangkat ke sekolah, Mama selalu menyiapkan sarapan untuk kami. Pagi sampai siang aktivitas beliau adalah mengajar di sekolah. Pulang sekolah Mama memasak untuk makan siang dan malam, lalu mencuci, menyapu, menyiram bunga, dan melakukan pekerjaan rumah tangga yang lainnya. Malam harinya Mama mengerjakan tugas dari sekolah seperti membuat soal dan merekap nilai. Begitu seterusnya sampai saya beranjak dewasa. Aktivitas Mama rutin seperti itu setiap hari.

Pernahkah Mama mengeluh mengenai rutinitasnya sebagai seorang pendidik dan ibu rumah tangga? Hampir tidak pernah. Jarang kami dengar keluh kesah Mama. Beliau begitu super dengan mengerjakan pekerjaan rumah tangga sendiri. Bahkan terkadang jika anak- anak Mama hendak membantu, Mama lebih menyarankan agar kami belajar saja. "Mama ingin kalian jadi anak yang pintar," begitu selalu kata Mama. Beliau tak pernah mau merepotkan kami. Mungkin kamilah yang terlalu manja pada Mama. :(

Lalu setelah Mama tidak mengajar lagi, tidak lantas membuat Mama berdiam diri dan berpangku tangan. Mama masih saja beraktivitas dengan berbisnis pakaian. Meski usia kini tak muda lagi, Mama tetap lincah dan tetap saja jarang kami temui Mama kehilangan semangat. Meski adakalanya beliau bersusah hati, namun cepat Mama kembalikan suasana hati. "Kalau susah, ya digulung digelar Nok. Apa mau susah terus. Sedih terus gitu. Kalau cuma terjebak meratapi kesedihan, nanti kalian nggak bisa melakukan hal- hal yang lainnya," begitu nasehat Mama pada kami.

Mama adalah pribadi yang disiplin dan selalu tepat waktu. Segala pekerjaan pasti akan selesai pada waktunya dan tidak pernah ditunda- tunda. Beliau tipikal pribadi yang gesit. Meski memiliki aktivitas segudang, baik di dalam maupun di luar rumah, beliau tetap bersemangat dan bersegera menyelesaikan satu demi satu pekerjaan.

Mama perhatian sekali terhadap kami, anak- anaknya. Bukan over protected lho. Mama tetap memberi kebebasan pada kami untuk melakukan apa yang kami suka, asal tidak melanggar norma dan peraturan yang telah keluarga kami buat.  Bentuk perhatian Mama, salah satunya, saya rasakan sampai saya menikah kini. Mama tetap mengirimi saya makanan/bahan makanan, untuk memastikan saya dan keluarga kecil saya memiliki supply makanan yang cukup. Padahal saya dan keluarga kecil saya sudah hidup mandiri dan terpisah dari orangtua. :)

Itulah Mama. Sosok yang super dan menginspirasi kami, anak- anaknya. Sosok yang kuat yang seolah memiliki kekuatan super yang mampu menyelesaikan segala hal. Mama memberikan energi cinta dan kasih sayang yang seolah tak pernah habis. Mama memberikan kami kehangatan lewat makanan bergizi yang beliau sajikan, lewat tangan halus yang membelai lembut kepala kami. Ya, Super Woman itu adalah.... Mama.

I love u, Mama.
We love u..


 
Tulisan ini awalnya saya tulis disini. Cara membacanya kayak buku. Arahkan kursor diujung buku, lalu voila buka deh.

Dan sangat dibolehkan lho untuk meninggalkan jejak dengan memberi vote pada tulisan saya tersebut disini. Caranya scroll ke bawah > buka galery > cari nama saya, Ines Agusta

Image source
 

Continue reading...

13/12/14

Sebuah Puisi Ibu Karya Chairil Anwar


Image source

Menuju momentum Hari Ibu esok, mari kita sama- sama merenung. Mungkin kita pernah menyakiti hati ibu, membuat ibu bete (bersedih tenan), dan sebagainya. Lalu tanpa menunggu momentum hari ibu maupun saat hari ibu tiba, kita sama- sama memeluk Ibunda tercinta dan mengucapkan "Oh Ibu, terimakasih atas segala payahmu dalam mendidikku, terimakasih atas sebentuk kesabaranmu yang luas bak samudra. Maafkan ananda jika masih sering membuatmu kecewa. Meski tak pernah engkau nampakkan kesedihanmu di depanku. Semoga engkau selalu sehat, bahagia, dan dilindungi olehNya senantiasa. Dan semoga, ananda selalu membuatmu bangga dan bahagia.." :)

...................................................................

Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu…..

Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu…..

Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun…..
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu….

Ibu….

Aku sayang padamu…..
Tuhanku….
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…..


(Chairil Anwar)
Continue reading...

10/12/14

Terimakasih Bapak, Engkaulah Pahlawan di Hati Kami Semua



Image source

Saat itu yang kuingat aku masih berumur 10 tahun (tahun 2000) saat Bapak dipanggil yang Kuasa. Pagi- pagi benar kudengar berita itu yang seolah berhasil meruntuhkan semua sendi- sendiku. Yang kuingat, saat itu Bapak sedang sakit. Malam sebelumnya bahkan Mama dan Papa menjaga beliau di salah satu rumah sakit di Sleman.

Ah, kuingat bagaimana aku menangis terus setelah aku mendengar berita dari Mama bahwa Bapak telah tiada. Menangis dari rumah, sepanjang jalan, bahkan sampai Bapak dikebumikan. Hatiku pilu. Aku, kami semua ditinggalkan Bapak dengan tanpa kita duga. Yang kuingat, Mama dan Papa menghibur- hibur hatiku dengan mengatakan, " Nduk, Bapak wis tenang kok. Ojo ditangisi yo nduk. Bapak wis bahagia disana." Bagaimana reaksiku? Aku tetap menangis kala itu. Aku, Ibu, Mba Lulu, adalah 3 wanita yang terus mengeluarkan airmata dengan derasnya. Apa aku menolak dan menyalahkan takdir? Buka. Bukan seperti itu yang kurasakan. Yang kurasakan sebagai anak berusia 10 tahun ialah hanya kehilangan. Itu saja.

*******

Saat SD setiap Sabtu pulang sekolah atau sore hari, Papa selalu mengantarkanku dan adik ke Turi, Sleman. Turi adalah sebuah kecamatan di Sleman yang sejuk karena terletak dekat dengan Gunung Merapi. Disanalah, di rumah Bapak, kami (aku dan adik) akan menginap sampai hari Minggu sore. Saat itu kami dijemput kembali oleh Papa karena hari Senin kami sekolah lagi.

Setiap kami menginap, banyak hal yang kami lakukan. Mulai dari bermain badminton dengan om Teo, om saya yang seumur dengan adik saya. Kemudian ikut Bapak ke sawah atau ke kebun salak untuk memetik salak, bantu (baca:ganggu) Ibu masak di dapur, ikut ke kios Ibu (Ibu punya warung makan di dekat lapangan Turi), sampai belajar apa saja sama Bapak.

Ya, belajar apa saja. Setiap kami punya PR dari sekolah pun, selalu kami bawa ke Turi. Bapak itu cerdas. Beliau selalu membantu kami menyelesaikan tugas sekolah kami. Dan yang paling kuingat, jika ada PR menggambar, Bapak selalu yang menggambarkan untukku. Bukannya aku malas mengerjakan PR. Hanya PR menggambar saja yang membuatku menyerah dan mengangkat tangan. Mengapa? Karena aku tak pandai menggambar. Sedangkan gambar hasil karya Bapak itu selalu saja bagus dan yang kunilaikan pada guru. Pssstt, jangan bilang kepada Guru menggambarku ya...

Bapak itu cerdas. Beliau tahu banyak hal. Pengetahuan beliau luas. Yang paling membuatku, adik, dan om Teo senang ialah saat Bapak bercerita tentang dunia wayang. Semua cerita tentang pewayangan, Bapak selalu tahu. Dan yang paling membuat kami senang juga ialah cara Bapak membawakan cerita tersebut. Bapak bercerita dengan gaya yang khas, suara beliau selalu berbeda untuk setiap tokoh wayang yang beliau ceritakan. Hal itu membuat kami begitu menghayati kisah yang Bapak ceritakan serta imajinasi kami bertumbuh dan berkembang dengan baiknya.

Bapak ialah pribadi yang cerdas. Bapak tahu semua jenjang kepangkatan ABRI (TNI- Polri). Bahkan setiap kali kami menginap, saya selalu menanyakan urutan jenjang kepangkatan itu, padahal sudah sering Bapak jelaskan. Entahlah, aku selalu lemot jika mengingat urutannya. Namun Bapak tak pernah bosan menjelaskan padaku, dan tak pernah marah jika harus menjelaskan berulang kali. Bapak juga tidak pernah marah jika kami selalu memainkan perut Bapak dan selalu membayangkan jika itu hamburger.

Bapak juga pribadi yang bijaksana. Jika aku, adik, dan om Teo berantem (maklum, kami masih kecil), Bapak tak pernah memarahi kami. Kami dilerai dan disayang. Tak pernah sekalipun cubitan atau pukulan mampir di badan kami. Tak pernah. Karena Bapak seorang yang amat penyayang. Begitulah. Segala apa yang diajarkan Bapak saat kami kecil, terbawa sampai kami dewasa.

Banyak, banyak hal indah jika itu semua tentang Bapak. Banyak yang ingin aku ceritakan dan gambarkan mengenai Bapak. Intinya Bapak itu lembut hatinya, penyayang, orangtua yang bijaksana, dan cerdas. Mengapa selalu Bapak yang aku ceritakan? Bukan karena kami tidak sayang Ibu ya. Kami memang lebih dekat ke Bapak. 

 *******

Kepergian Bapak membuatku terpukul. Siapa lagi yang akan bercerita tentang wayang. Siapa lagi yang akan mengeloniku dan menidurkanku dengan lullaby tembang Jawa. Siapa lagi yang akan akan mengelus kepalaku lembut. Siapa lagi yang akan merindukanku jika aku tak datang menginap dan menjenguk Bapak di Turi. Aku, adik, Ibu, Papa, Mama, om Teo, mba Lulu, mba Vivi, Om Pipit, Om Yoyok, Om Yoyon, dan semua keluarga besar kami, sangat kehilangan Bapak. Setiap dari kami punya kenangan indah tersendiri dengan Bapak.

Kalau boleh aku merasa, mungkin aku yang paling kehilangan Bapak saat itu. Mengapa? Karena Bapak telah merawat dan mendidikku sedari aku masih bayi  Bapak dan Ibu lah yang cukup lama mengasuhku, kira- kira sampai aku berusia dua tahun.

Mungkin pembaca sekalian bertanya- tanya, siapa Bapak dan Ibu itu?

Bapak dan Ibu tak lain dan tak bukan adalah Kakek dan Nenekku. Sedangkan Papa dan Mama adalah orangtua kandungku. Aku diasuh Bapak dan Ibu bukan tanpa alasan. Saat itu Papa bekerja dan Mama kuliah. Jadi praktis setiap pagi sampai siang/sore, aku tidak ada yang mengasuh. Maka Bapak dan Ibu berinisiatif membawaku ke Turi dan mengasuhku. Mengapa harus di bawa ke Turi? Karena jarak Turi, Sleman dan Gunung Sempu, Kasihan, Bantul itu jauh sekali. Jadi tak mungkin jika Bapak Ibu atau Papa Mama harus nglaju setiap harinya. Jadi, panggilan Bapak dan Ibu (bukan Kakek Nenek) itu bukan tanpa alasan. Karena Bapak Ibu bisa dikatakan juga sebagai orangtua keduaku.

Bapak adalah purnawirawan TNI AU, atau dikenal dengan AURI kala itu. Sedangkan Ibu dulunya adalah perawat di rumah sakit AURI dan setelah pensiun Ibu membuka warung makan di dekat rumah, di Turi. Bapak yang berpindah- pindah tugas saat masih di AURI membuat Papaku (Papa adalah anak pertama) lahir di Pekanbaru dan pernah bersekolah di Kupang, NTT. Jadi tak heran, jika Bapak dan Papa kukagumi karena pengetahuannya yang luas.

Aku adalah cucu pertama di keluarga Bapak Ibu. Itulah mengapa Bapak dan Ibu sayang sekali denganku. Namun tak lama berselang (2 tahun kurang dari kelahiranku), adikku lahir ke dunia, 3 bulan setelah kelahiran Om Teo. Bertambah pulalah kebahagiaan Papa Mama dan Bapak Ibu. Om Teo adalah adik Papa yang paling bontot (hanya berselisih umur 3 bulan dengan adikku). Jadi aku, adik, dan Om Teo bisa dikatakan sebaya.

Begitulah kisahku bersama Bapak. Meski 14 tahun sudah Bapak meninggalkan kami, namun kenangannya tetap hidup di hati dan pikiran kami. Semoga kami selalu meneladani segala yang baik yang ada pada diri Bapak. Do'akan Bapak juga ya pembaca, semoga Bapak dilapangkan kuburnya dan tersenyum bahagia di sana. Aamiin. :)




Continue reading...

07/12/14

Cara Mengajarkan Anak Menghafal Al Qur'an Sejak Dini


image source

Cara Mengajarkan Anak Menghafal Al Qur'an Sejak Dini:

1. Bayi (0-2 tahun)
-Bacakan Al Qur'an dari surat Al fatihah
-Tiap hari 4 kali waktu (pagi, siang, sore, malam)
-Tiap 1 waktu satu surat diulang 3x
-Setelah hari ke-5 ganti surat An Naas dengan metode yang sama
-Tiap 1 waktu surat yg lain-lain diulang 1x2


2. Diatas 2 tahun
-Metode sama denga teknik pengajaran bayi. Jika kemampuan mengucapkan kurang, maka tambah waktu menghafalnya, mis dari 5 hari menjadi 7 hari
-Sering dengarkan murattal

3. Diatas 4 tahun
-Mulai atur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius
-Ajari muraja'ah sendiri
-Ajari menghafal sendiri
-Selalu dimotivasi supaya semagat selalu terjaga
-Waktumenghafal 3-4x perhari

BC dari Ustdz Ahmad Al Hafidz
Allaahummaj'alna fii ahli Qur'an , Allaahumma baarik fi auladina wa dzurriiyatina bil Qur'an, Allaahummarzuqna istiqomah fi tilawatil wa hifzil Qur'an...wa adhilna fi jannati fi Qur'an...Aamiin Allaahumma Aamiin


Sumber disini
Continue reading...

Memacu Adrenalin di Pantai Gunungkidul dengan Toyota Rush


Gunungkidul adalah salah satu kabupaten di bagian timur Daerah Istimewa Yogyakarta. Topografi wilayah tersebut cenderung berbukit- bukit. Banyak sekali potensi wisata di sana. Menarik? Tentu saja. Tak hanya wisata pantai, tetapi ada juga wisata air terjun, gua, gunung purba, dan lain sebagainya. Sebagian besar wisata pantai di Jogja terletak di kabupaten Gunungkidul. Dan lagi banyak lokasi wisata baru yang telah di buka. Hal tersebut menarik minat wisatawan lokal dan asing untuk berwisata di sana.

Untuk menuju lokasi- lokasi wisata di Gunungkidul, butuh waktu yang cukup lama dari pusat kota Yogyakarta. Karena jalanan di Gunungkidul yang akan kita lalui sebagian besar menanjak, serta untuk menuju lokasi wisata jalanannya juga cukup ekstrim, maka dibutuhkan kendaraan yang mumpuni untuk mencapai lokasi- lokasi wisata disana. Namun, kendaraan seperti apa ya yang saya butuhkan untuk touring dan bisa menjangkau sebagian besar destinasi wisata di Gunungkidul?

Yang irit, pasti. Bandel, otomatis. Gagah, tentu aja. Nyaman, sudah tentu iya.
Tapi ada nggak ya?

"Hmm, bagaimana dengan Toyota Rush?"
Image source
Ya, itu dia...

Coba kita lihat spesifikasinya:
- Kalau eksterior sudah jangan ditanya. Eksteriornya tampak macho dengan balutan warna metalik mengkilat. Adanya rear roof spoiler with led dan corner sensor membuat kita berkendara lebih nyaman. Rem cakram tipe ABS EBD memberikan cengkraman kuat pada jalanan menanjak. Cocok jika untuk dibawa melalui jalanan Gunungkidul yang notabene menanjak ini.
- Keamanan dan kenyamanan maksimal dengan dual SRS airbag, window defogger, collapse steering column, dan wireless key system. Cocok sekali untuk menjelajahi Gunungkidul yang medannya menantang dan arus lalu lintas yang lumayan padat.
- Nggak mungkin akan bosan selama di perjalanan karena ada sistem hiburan 2 DIN CD with 4 speakers dan 2 tweeters yang memberikan dentuman musik maksimal. So, nggak bikin ngantuk selama di perjalanan.
- Dengan manual double blower yang ada di Toyota Rush, membuat tetap sejuk selama perjalanan. Apalagi wilayah Gunungkidul ini cenderung berbatu dan gersang. Kita tak akan merasa kepanasan dalam perjalanan.
- Mesin yang garang cocok digunakan untuk perjalanan jauh dan menanjak. Lihat saja dapur pacunya. Dengan tipe mesin 1.5L,IL4,16V,DOHC,VVT-i yang berkapasitas 1495cc mampu memberikan tenaga maksimum 109 ps / 6000 rpm dan torsi maksimum 14.4 kgm / 4400 rpm. Dengan teknologi VVT-i membuat Toyota Rush tetap ramah lingkungan.

Nah, keren kan..

Kalau sudah fix pilih kendaraan yang cocok (saya mantap dengan Toyota Rush), maka kita siap berpetualang menjajaki lokasi wisata yang ekstrim jalannya.

Wisata pantai terletak di bagian selatan Gunungkidul, tepatnya berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Banyak sekali wisata pantai yang telah dibuka dan cukup mudah aksesnya. Sebut saja pantai Baron, Krakal, Kukup, Indrayanti. Namun ada pula wisata pantai yang sudah dibuka tapi akses menuju kesana cukup sulit dan menantang.

Sebagian pantai di Gunungkidul memiliki akses jalan menuju pantai yang cenderung menyempit, naik turun, dan berkelak kelok. Hal ini wajar mengingat wilayah Gunungkidul yang berbukit- bukit.
Sebut saja Pantai Ngobaran, Ngrenehan, dan Nguyahan. Jalanan menuju pantai berkelak- kelok, sempit, dan naik turun. Bahkan ada satu titik dimana ada tanjakan yang cukup patah sudutnya. Mau nggak mau harus gantian jika mau lewat karena nggak kelihatan dari arah yang berlawanan. Ada  juga pantai Pok Tunggal yang akses jalan masih berbatu. Dan masih banyak pantai lainnya.

Akses jalan menuju Pantai Pok Tunggal. Image source
See...
Akses jalan yang menantang menuju Pantai Pok Tunggal menjadikan berkendara dengan Toyota Rush menjadi pilihan yang tepat. Dengan ground clearance yang tinggi, membuat mobil tak akan gasruk (Bhs Jawa:menyentuh tanah). Dengan kondisi jalan yang penuh bebatuan menyebabkan shockbreaker cukup keras bekarja. Namun kondisi itu nantinya tak akan kita temui dengan mobil handal Toyota Rush.

Akses jalan menuju Pantai Timang. Image source
Akses jalan menuju Pantai Timang belum sepenuhnya mulus. Jadi wisatawan diharap berhati- hati di jalan menuju pantai ini. Sekali lagi, pilih kendaraan yang pas dan mumpuni.

Masih banyak akses jalan di lokasi- lokasi wisata di Gunungkidul yang masih cukup sulit dilalui, memacu adrenalin, dan membutuhkan tenaga ekstra serta kesigapan pengendara kendaraan. Dan yang pasti, pilih kendaraan yang tangguh untuk menghadapi medan yang menantang.

Kalau saya sih, Toyota Rush pastinya.
Toyota Rush.... Unleash yourself! :)


Artikel ini diikutsertakan dalam Adrenaline Rush Blogging Competition


Continue reading...

05/12/14

Review Film The Hunger Games: Mockingjay-Part I


1417827647885638863
Image source: disini
Senin yang lalu, 1 Desember, saya baru berkesempatan menonton film The Hunger Games yang terbaru. Padahal sebenarnya sudah rilis sekitar satu mingguan yang lalu. Namun saya belum sempat menontonnya. Hingga akhirnya sampailah saya pada hari Senin itu. Ekspektasi saya mungkin cenderung berlebihan pada film lanjutan Catching Fire tersebut. Saya akui itu.

Namun akhirnya saya harus mengakui bahwa pada Mockingjay-part I ini secara keseluruhan berbeda dari dua serial sebelumnya. Ekspektasi saya yang naik gegara dua film sebelumnya, malah menjadi agak turun setelah menonton bagian I novel terakhir tersebut. Ya, bisa dikatakan kurang greget. Entahlah, apa mungkin dikarenakan pada bagian ketiga trilogi The Hunger Games tersebut dibuat dua bagian. Petualangan yang disajikan pada film part I ini malah cenderung lesu dan kurang menarik.

Sepengetahuan saya selama ini, jika bagian terakhir dari sebuah trilogi dan semacamnya dibuat dua bagian, akan ada tantangan yang lebih besar. Mengapa? Jika tak berhasil membagi klimaks pada dua bagian itu, maka bagian I justru bisa jadi hanya akan berhenti pada antiklimaks. Entah apa alasan pembagian serial terakhir menjadi dua bagian. Apa itu alasan skenario atau komersial belaka.

Dan berikut review saya mengenai film Mockingjay- Part I...

Judul: The Hunger Games
Genre: Adventure
Durasi: 123 menit
Pemain: Jennifer Lawrence, Liam Hemsworth, Josh Hutcherson, Sam Claflin, Philip Seymour Hoffman, Julianne Moore
Produser: Jon Kilik, Nina Jacobson
Sutradara: Francis Lawrence
Penulis Naskah: Danny Strong
Adaptasi dari: Buku Mockingjay (The Hunger Games 3) Suzanne Collins

Review:
Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) telah berada di Distrik 13. Pada Hunger Games Catching Fire yang lalu, ia dibawa oleh Plutarch Heavensbee (Philip Seymour Hoffman) bersama teman- teman yang menginginkan revolusi terjadi. Mereka semua menginginkan Katniss sebagai Mockingjay mereka, yang notabene merupakan simbol pemberontakan.

Pada Mockingjay part I adegan dibuka dengan Katniss yang mengalami gangguan mental. Ia masih merasa bersalah telah meninggalkan Peeta Mellark (Josh Hutcherson) di arena pertandingan Quarter Quell. Meski itu bukan mau Katniss untuk meninggalkan Peeta. Namun sayang, Katniss masih belum bisa terima keputusan yang lain untuk meninggalkan Peeta di arena dan membiarkan Capitol menangkap Peeta. Pada saat Katniss terganggu mentalnya, jika penonton cermat, ia terus menggenggam mutiara pemberian Peeta saat Hunger Games Quarter Quell.

Katniss sendiri awalnya menolak untuk dijadikan sosok Mockingjay atas permintaan Presiden Alma Coin (Julianne Moore). Namun setelah ia mengunjungi beberapa distrik yang telah hancur, karena serangan Capitol, maka ia pun berpikir ulang untuk bersedia menjadi Mockingjay. Menurut penuturan Gale (Liam Hemsworth), dari 100.000 orang di distrik 12, hanya 915 orang yang tersisa dan berhasil di bawa ke distrik 13. Distrik 13 sendiri yang selama ini diyakini  'tidak ada', ternyata diam- diam melakukan gerakan bawah tanah untuk mengatur serangan ke Capitol.

Katniss masih menimbang ulang untuk menjadi Mockingjay, hingga suatu ketika ia melihat siaran Peeta yang diwawancarai. Peeta menghimbau agar seluruh distrik melakukan gencatan senjata dan menghentikan pertikaian yang berkecamuk. Yang mana oleh seluruh distrik Peeta dikecam karena telah menjadi berpihak pada Capitol dan juru bicara Capitol. Katniss yang melihat siaran ini menjadi senang sekaligus khawatir. Senang karena Peeta masih hidup dan khawatir karena warga distrik 13 mengutuk keras perkataan Peeta dan membencinya.

Katniss pun bersedia menjadi Mockingjay dengan beberapa syarat. Diantaranya ialah pembebasan tribute yang ditawan oleh Capitol dan pemberian ampunan jika mereka telah dibebaskan. Katniss mengerti bahwa banyak yang menentang syarat yang ia ajukan. Namun ia tak ingin Peeta, Johanna (Jena Malone), dan Annie (pasangan Finnick Odair-Sam Claflin) menjadi dipersalahkan karena seolah telah memihak Capitol. Apalagi Peeta, yang mana ia dibenci seluruh warga distrik 13 karena perkataanya di siaran Capitol.

Maka berbagai persiapan mulai dilakukan. Mulai dari memberikan Katniss sebuah tim propaganda, membajak siaran Capitol, hingga misi penyelamatan Peeta, Johanna, dan Annie. Tim propaganda bertugas merekam apa yang Katniss katakan untuk memantik semangat pemberontakan tiap distrik. Jadi Katniss dan team akan membuat semacam video propaganda.

Awalnya video propaganda dibuat di studio, namun sayang hasilnya kurang memuaskan. Lalu Katniss dan team yang dipimpin oleh Cressida (Natalie Dormer) menuju ke distrik 8 untuk melihat orang- orang yang terluka akibat serangan Capitol. Hal tersebut dilakukan agar Katniss semakin menjiwai dalam pembuatan video itu.  Tapi tanpa di duga, pesawat penyerang Capitol datang dan membom distrik 8 dengan target utama rumah sakit. Capitol memberi peringatan bahwa siapapun yang mendukung Katniss dan pemberontak lainnya, maka ia akan hancur.

Saat itulah Katniss menyatakan berperang dengan Presiden Snow (Donald Sutherland) dan mengucapkan satu kalimat yang benar- benar membakar semangat,

If we burn, you burn with us!

Ishh, keren.

Dan setelah itu video propaganda terus dibuat. Dan Beete (Jeffrey Wright) yang jenius lah yang bertugas menyiarkan video itu untuk sampai ke Capitol. Sistem pengamanan Capitol yang ketat, membuat Beete tidak bisa menyusupi video itu. Hingga ketika bendungan Capitol jebol, dan suplai listrik terganggu, membuat sistem pengamanan Capitol mengalami masalah dan akhirnya bisa disusupi video Katniss. 

Di saat itu pula ternyata ada team yang dikirim Coin yang membawa misi untuk menyelamatkan Peeta, Johanna, dan Annie. Di dalam team itu ada Gale. Bagaimana perasaan Katniss melihatnya? Bagaimana mulanya bendungan Capitol dapat jebol? Bagaimana selanjutnya? Apakah Gale bersama team berhasil menyelamatkan Peeta,dkk?

............

Sampai disini dulu ya reviewnya. Capek ngetik nih. Nggak ding.. Yang jelas, nonton langsung itu lebih seru. Ya meski menurut saya lebih banyak porsi drama dan adegan yang bikin deg- degan kurang banyak. Yang bikin deg- degan itu malah soundnya yang menggelegar. :P

Oh ya, ada satu adegan lagi yang juga keren. Ketika Katniss, Gale, dan team berada di pinggir danau (atau sungai ya?) dan Katniss menyanyikan lagu Hanging Tree. Itu bikin saya merinding disko. Coba search deh, lagu Hanging Tree. Dan itu langsung dinyanyiin si Jennifer Lawrence 'Katniss Everdeen' lho. Asli, nggak lipsync.
 
Overall, meski kurang begitu nendang (bisa dilihat ketika itu, kursi teater Mockingjay part I lebih banyak yang kosong dibanding Interstellar yang notabene tayang lebih dulu), namun Mockingjay bagian I ini sayang untuk dilewatkan, terutama bagi penggemar film Hunger Games. Meskipun ceritanya terpotong secara nanggung dan rata- rata adegan seolah mengulur waktu untuk memperpanjang durasi, boleh deh Mockingjay ini dimasukkan ke daftar pilihan pecinta film sekalian.

Nggak sabar pengin segera menamatkan Hunger Games ini. Rasanya pengin cepat- cepat menonton yang part IInya yang katanya rilis tahun depan. Lamo nian ya. ;') Kita tunggu...

Artikel juga dimuat di Kompasiana penulis disini
Continue reading...
 

Delicious Cupcakes Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting