Tampilkan postingan dengan label muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label muslimah. Tampilkan semua postingan

14/12/14

Fenomena Hijab Syar'i



 
Saya mendapat sebuah tulisan apik pagi ini. Saya telusuri, ia yang mengirim tulisan tersebut ke saya, juga copas dari yang lainnya. Entah siapa pengirim aslinya.

Setelah saya baca tulisan tersebut, hikmah dan nasehat yang terkandung di dalamnya benar- benar MJJ (mak jleb jleb). Langsung mengena tepat pada sasaran. Nasehat bagus, yang mengingatkan kita tentang fenomena hijab syar'i yang kini sedang marak berkembang.

Muncul tanya dalam benak saya, apa sih niatan dan tujuan kita yang sebenarnya dalam berhijab syar'i?

Saya mengapresiasi muslimah yang alhamdulillah telah mengenakan pakaian dan jilbab yang sesuai syari'at Islam. Banyak muslimah yang awalnya  masih belum berhijab atau yang belum berhijab sempurna, yang akhirnya berhijrah untuk mengenakan pakaian yang menutup aurat sesuai apa yang Islam ajarkan. Pakaian takwa tersebut mungkin kini kita kenal dengan istilah hijab syar'i.

Lalu marilah kita tengok kembali niatan kita dalam mengenakannya. Jika sudah benar, yakni Lillah, bukan untuk pamer atau ikut- ikutan tren, maka patut kita syukuri. Saya do'akan semoga istiqomah. Tapi jika niat kita mengenakan hijab syar'i karena tren dan mode yang berkembang saat ini, hayuuk benahi niat. Berniat yang benar, agar dalam berhijab syar'i jadi lebih berkah.

Dan berhati- hatilah dengan riya'. Jangan sampai kita koleksi hijab syar'i, gonta- ganti model setiap taklim, tapi ada satu titik kecil muncul dalam hati kita. Diam- diam dalam hati, kita ingin dilihat lebih atau ingin tampil lebih dibanding yang lainnya.

Jangan lupakan kewajiban kita untuk terus meng-upgrade tsaqofah kita dalam hal agama. Jangan pula lupakan jika dalam diri muslimah itu seharusnya tercermin tawadhu dan kesederhanaan dalam keseharian. Benar, sederhanakanlah penampilan.

Semoga dengan membantu menyebarkan nasehat ini, menjadi ladang amal bagi penulis aslinya. Dan semoga bagi yang membacanya (termasuk saya), ini menjadi suatu pemantik untuk bermuhasabah diri.
 

Makasih buat yang buat dan broadcast tausiyah ini sehingga nyampe ke saya T_____T 

Copas

Hikmah Pagi Taman Surga

Alhamdulillah, hijab syar'i kini mulai semarak dan mulai menjadi trend.
Ini adalah kebaikan dan kemuliaan.


Tapi setan ga mau ketinggalan.
Dia terus berusaha tetap menyesatkan walaw hijab sdh syar'i.


Setan menumbuhkan semangat di hati para muslimah utk mengoleksi hijab syar'i dg berbagai mode.
Serta membuatnya lupa dg semangat memperbaiki akhlaq.


Setan menjeratnya dg senang menumpuk-2 pakaian dan mengurangi sedekahnya.

Setan terus menumbuhkan smngtnya utk tampil cantik dan syar'i namun melupakan diri utk menambah ilmu agama.

Belum puas dg itu, setan menyemangati agar para wanita yg berhijab syar'i utk hadir di majelis-2 ta'lim dg tujuan, memamerkan koleksi hijab syar'i miliknya.

Setan pun semakin senang karena wanita muslimah sdh melupakan ilmu tawadhu dan kesederhanaan.
Hijabnya memang syar'i tapi mahalnya ga ketulungan.


Wanita muslimah pun menabung sedikit-2 utk beli hijab syar'i, dan melupakan tabungan ke tanah suci.
Lupa menabung utk qurban bahkan mudah menabung utk beli baju drpd keluar utk sedekah.


Ketika hijab syar'i yg baru dibelinya, ada sedikit cacatnya, pikirannya resah penuh kecewa.

Setan telah membuatnya lupa dg cacat sholatnya.
Cacat sedekahnya dan cacatnya baca Qur'an.


Jika hijab syar'i yg dimilikinya memiliki keindahan sempurna, ia tdk siap menyedekahkannya
Hatinya telah menikah dg dunia dan bercerai dari Rabb-Nya.

Jika sudah demikian, masihkah punya keinginan mengoleksinya?

Milikilah hijab syar'i seperlunya.
Sederhanakanlah penampilan.
Belilah yg harganya tdk terlalu jauh dg harga kain kaffan.





Terimakasih telah berkenan mampir. Sila bisa dibaca juga tulisan saya yang lain yang berkenaan dengan hijab syar'i disini
Continue reading...

13/12/14

Sebuah Puisi Ibu Karya Chairil Anwar


Image source

Menuju momentum Hari Ibu esok, mari kita sama- sama merenung. Mungkin kita pernah menyakiti hati ibu, membuat ibu bete (bersedih tenan), dan sebagainya. Lalu tanpa menunggu momentum hari ibu maupun saat hari ibu tiba, kita sama- sama memeluk Ibunda tercinta dan mengucapkan "Oh Ibu, terimakasih atas segala payahmu dalam mendidikku, terimakasih atas sebentuk kesabaranmu yang luas bak samudra. Maafkan ananda jika masih sering membuatmu kecewa. Meski tak pernah engkau nampakkan kesedihanmu di depanku. Semoga engkau selalu sehat, bahagia, dan dilindungi olehNya senantiasa. Dan semoga, ananda selalu membuatmu bangga dan bahagia.." :)

...................................................................

Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu…..

Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu…..

Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun…..
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu….

Ibu….

Aku sayang padamu…..
Tuhanku….
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…..


(Chairil Anwar)
Continue reading...

07/12/14

Cara Mengajarkan Anak Menghafal Al Qur'an Sejak Dini


image source

Cara Mengajarkan Anak Menghafal Al Qur'an Sejak Dini:

1. Bayi (0-2 tahun)
-Bacakan Al Qur'an dari surat Al fatihah
-Tiap hari 4 kali waktu (pagi, siang, sore, malam)
-Tiap 1 waktu satu surat diulang 3x
-Setelah hari ke-5 ganti surat An Naas dengan metode yang sama
-Tiap 1 waktu surat yg lain-lain diulang 1x2


2. Diatas 2 tahun
-Metode sama denga teknik pengajaran bayi. Jika kemampuan mengucapkan kurang, maka tambah waktu menghafalnya, mis dari 5 hari menjadi 7 hari
-Sering dengarkan murattal

3. Diatas 4 tahun
-Mulai atur konsentrasi dan waktu untuk menghafal serius
-Ajari muraja'ah sendiri
-Ajari menghafal sendiri
-Selalu dimotivasi supaya semagat selalu terjaga
-Waktumenghafal 3-4x perhari

BC dari Ustdz Ahmad Al Hafidz
Allaahummaj'alna fii ahli Qur'an , Allaahumma baarik fi auladina wa dzurriiyatina bil Qur'an, Allaahummarzuqna istiqomah fi tilawatil wa hifzil Qur'an...wa adhilna fi jannati fi Qur'an...Aamiin Allaahumma Aamiin


Sumber disini
Continue reading...

03/12/14

Yang Seiman Lebih Tenteram




Beberapa saat yang lalu berita yang sedang mencuat ialah kasus pernikahan dua orang artis yang berbeda keyakinan. Si pria (katanya) sudah masuk Islam sebelum menikah. Akan tetapi yang membuat heboh ialah setelah ia melangsungkan pernikahan, pria tersebut menyatakan bahwa dirinya tidak pernah masuk Islam. Nah loh, yang benar ini yang mana?

Disini saya tidak akan membahas beritanya. Berikut saya ambilkan petikan opini dari sebuah media cetak perihal pernikahan tersebut:

Memiliki suami yang berbeda keyakinan dengan kita (non-muslim) jelas dilarang oleh syariat. Bahkan pernikahan otomatis batal bila diketahui sang suami menjadi murtad (keluar dari Islam).
Alasan cinta tak lantas membutakan mata. Bagaimanapun, memilih lelaki yang beriman dan shalih merupakan syarat mutlak bagi seorang wanita dalam memilih suami.

Memang tak salah bila seorang muslimah meminta mahar berupa ikrar dua kalimat syahadat, bahkan hal tersebut merupakan kebaikan. Hal ini pernah dimintakan oleh Ummu Salamah ketika hendak dipinang oleh Abu Thalhah.

Namun pilihan tersebut, di zaman ini, bukan tanpa resiko. Sebab selamanya kita tidak akan bisa mengetahui pasti isi hati seseorang. Berhati- hatilah pula bisa saja itu jebakan untuk menyesatkan muslimah.


*)dari Ar- Risalah dengan sedikit gubahan


Jadi sahabat (terutama mba2) sekalian, urusan keyakinan tidak perlu di tawar2 lagi. Pilihlah yang seiman sebagai teman hidup anda. Karena yg seiman insyAlloh lebih menentramkan (seperti slogan apa gitu ya :) ).
Continue reading...

Pilih Calon Suami yang Kaya?? Silakan Dibaca...



pic source
Menarik untuk ditelisik profil si pria yang hendak menikahi calon istrinya. Empat jempol (plus jempol kaki saya. Hehe) saya acungkan untuk pria yang berani menikah dalam kondisi nol bahkan minus. Delapan jempol (minjam jempol tetangga) saya berikan pula untuk wanita yang mau- maunya menerima pria ini dalam keadaan ikhlas lillahi ta'ala (bukan pasrah lho). Mau menerima pinangan dan bersemangat menjalani kehidupan bersama dari bawah sekali. Jarang- jarang ada wanita yang mau memulai kisah awal kehidupan berumah tangga dari nol, berangkat dari ketidakpunyaan sang calon suami. Masih ada (mungkin juga cukup banyak) wanita di luar sana yang mau menerima calon suaminya apa adanya bukan karena ada apa- apanya.

Ini bukan curcol saya semata lho, wkwkwk, tetapi berangkat dari pengamatan saya kepada kawan2 yang lainnya.

Menurut hemat saya, memang lebih asiik dan menantang untuk memulai kehidupan awal dari nol. Bersama dengan istri membangun usaha, melalui jatuh bangun usaha, saling meyemangati dan bahu membahu dalam kehidupan berumah tangga. Alangkah indahnya ketika istri dengan mata berbinar- binar menerima rizki dari Alloh lewat usaha kita, yang ia tahu bahwa tidak setiap hari usaha suaminya berbuah manis. Bagaimana berhati- hatinya sang istri tersebut mengalokasikan dana, memangkas beberapa cabang pengeluaran, dan tak jarang menahan keinginan- keinginannya. Mula- mula berangkat dari kondisi ketidakpunyaan itulah, ketika nantinya pasangan tersebut sukses, maka kesuksesan yang mereka reguk bersama akan lebih terasa.

Jika saya kaitkan dengan kesetiaan (baik dari pihak suami maupun istri), biasanya jika dari awal sudah bersusah susah bersama, maka kesetiaannya (seharusnya) sudah terjamin. Apabila sang istri sudah mau dan berhasil 'dibawa' melalui fase- fase sulit, ketangguhannya sudah teruji. Alangkah 'bodoh'nya jika mereka bercerai. Atau mungkin justru pihak suami mendua/mentiga, dst. Ketika masa2 pahit kita lalui bersama istri tercinta, masak tega jika kita telah berhasil, kita tinggalkan/menduakan orang yang telah mendampingi kita di kala kesulitan2 menghampiri. Pun begitu pula dari pihak istri. Jika sudah mau diajak susah bersama suami dan mampu bertahan hingga berhasil, tak ayal kesetiaan sang istri pun seharusnya tak patut untuk dipertanyakan.

Nah, menarik jika sang calon suami ini sudah sukses duluan atau dengan kata lain sudah mapan sebelum menikah. Saya acungi empat jempol pula bagi yang sudah mempersiapkan diri (terutama dlm hal ekonomi) untuk mempersiapkan kehidupan berumah tangga bersama istrinya kelak. Minimal tak kan membiarkan keluarga terkatung- katung dalam ketidakpastian ekonomi keluarga. Hehe. Menarik pula melihat apa pertimbangan sang calon istri memilih suami yang tipe ini (mapan sebelum menikah). Apa semata hanya alasan asal kaya, kehidupan lebih terjamin, tidak perlu susah2?

Aih, memang kadang lebih banyak syak yang timbul pada calon istri yang memilih kita yang sudah mapan. Ada rasa was2 jikalau kita esok seandainya jatuh/gagal/bangkrut (semoga tidak), adakah ia masih setia mendampingi kita? Apakah ia masih disamping kita, menemani, dan tidak meninggalkan kita yang sedang 'kere' sekere-kerenya?

Dari hal itulah, saya membagi 2 kategori wanita yang lebih memilih pria mapan (bisa dibaca:kaya) untuk dijadikan suaminya:

1. Wanita baik2: alasan wanita tipe ini memilih pria mapan ialah kadang tak beralasan. (Maksudnya?). Maksudnya, mereka kadang memang langsung ketemu dengan calon yang memang mapan. Alias bejo. Bejo diketemukan dg calon suami yg mapan. Bukan sengaja milih yang mapan lho. Atau, mungkin mereka memang sengaja memilih yang mapan demi kehidupan calon anaknya kelak. Wanita tipe ini tidak neko2. Sudah tahu calon suaminya mapan/kaya, ia tidak memanfaatkannya alias tidak minta yang macam- macam. Apalagi sebelum nikah, mana berani minta dibeliin ini itu (padahal mungkin hanya barang murah).

2. Wanita tidak baik: alasan wanita tipe ini memilih calon suami yang mapan ialah demi dirinya, demi gengsi, atau demi harkat/martabat. Biasanya punya suami kaya/mapan buat songong-songongan. " Ini lho suamiku kaya, jabatannya Direktur di.. Punya mobil...". Nyombongnya bisa secara langsung/tidak langsung. Sombong baik2, tersirat, maupun sombong yang keterlaluan. Kalau mau lihat wanita seperti ini, lihat saja sebelum nikah, biasanya sudah berani banyak minta. Belum resmi jadi suami istri saja, sudah berani bilang "Mas,besok aku dibeliin gelang/hp/rumah itu ya.. Ya mas ya..", " Beliin itu dong mas.. ", "Besok pokoknya harus ada pembantu.." Atau lihat saja tongkrongannya sebelum nikah. Jika pakaiannya merk terkenal, dandanannya wah, perawatan ini itu, krim ini itu, dll, bisa dipastikan ini wanita tipe mahalll yang bisa menguras habis isi dompet. Nah, hati2, biasanya wanita yang seperti ini tidak tahan uji. Besok ketika sang suami bangkrut/miskin, biasanya wanita tipe seperti ini tidak tahan. Karena wanita yang seperti ini maunya yang enak2 saja seperti kondisi awal mereka berumah tangga.

Semoga pertimbangan para wanita yang memilih calon suami (baik calon suami yg belum mapan/sudah mapan) itu didasarkan pada pertimbangan yang baik2. Dan untuk para pria (sekali lagi, baik yg sudah mapan/belum mapan), hendaknya memilih istri yang baik2, enggak matrealistis.

_latihan nulis_
_dari mamas_
Continue reading...

Berhati- hati dengan Sifat Suka Membanggakan Diri Sendiri


pic source
Hati- hati dengan segala hal yang menyebabkan amalan- amalan yang sering kita lakukan menjadi sia- sia, serta pahala kita menjadi terhapus karenanya. Salah- salah malah membelenggu langkah ibadah kita. Salah satu hal itu ialah Ujub (bangga pada diri sendiri).

Boleh jadi kita dikaruniai kepahaman akan ilmu agama, kecerdasan, kecantikan/ketampanan, kekayaan, keshalihan, ketinggian derajat, kemahsyuran, dan beribu "kesempurnaan" yang lainnya. Kemudian kita terpesona atas apa yang kita peroleh itu. Bangga pada diri sendiri. Apalagi jika orang lain tahu (atau sengaja diberi tahu), agar mereka tahu dan kagum atas apa yang kita miliki itu. Dan lagi, dalam hati (meski kita mengingkari) muncul setitik perasaan ingin dinilai baik/istimewa oleh orang lain.

Ujub, meski itu teramat halus, tetaplah ujub. Entah itu dinampakkan dalam dunia nyata maupun dunia maya. Jika di dunia nyata, terlihat jelas bagaimana cara seorang yang berlaku ujub itu berbicara, berbusana atau berperilaku. Akan nampak oleh penglihatan kita. Ada pula yang halus, tidak nampak secara lahiriah, tapi ternyata di dalam hati ia telah berlaku ujub. Lantas bagaimana dengan dunia maya?

Hampir sama dengan di dunia nyata. Ada perilaku ujub yang terang- terangan atau yang sangat halus. Dalam dunia maya, meskipun hanya update status atau upload foto, kita perlu berhati-hati akan perasaan bangga akan diri sendiri. Seringkali update status tapi di dalamnya mungkin tersirat bahwa "ini lho saya itu shalih, saya itu punya rumah mewah, saya itu punya mobil, saya itu punya istri shalihah dan cantik, saya itu....... ". Itu baru yang tersirat.

Ada lagi yang terang- terangan bangga atas apa yang kita punya. Sering terlontar sanjungan akan diri/pasangan/keluarga, agar orang lain kagum. Atau sering pula apa yang kita miliki (yang membuat kita bangga) terpampang pada layar facebook/twitter agar setiap orang memberi komentar dengan takjub atau minimal memberi jempol.

Berhati- hatilah.
Jangan sampai ujub (bahkan yang tetamat halus pun) menggelincirkan kita.

Rosulullah SAW bersabda, "Adapun tiga hal yang membinasakan itu adalah kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diikuti, dan ujub (kekaguman) seseorang terhadap dirinya sendiri." (HR. Ath-Thabrani)

Diriwayatkan dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib: "Dan berhati-hatilah engkau dari sifat ujub dan berbangga kepada dirimu sendiri, dan percaya terhadap hal- hal yang membuatmu kagum dari padanya serta cinta menampakkan diri, karena hal itu adalah merupakan kesempatan yang paling baik bagi setan dengan dirinya untuk menghapuskan segala perbuatan- perbuatan atau kebaikan- kebaikan orang yang berbuat baik"

Wallahu a'lam bish-shawab.

.:: Ahh, duhai diri yang masih perlu banyak belajar ::.
Continue reading...

Stay ISTIQOMAH



Diriwayatkan dari Abu Hurairah ra : Rasulullah Saw pernah bersabda, “perbuatan yang engkau lakukan tidak akan menyelamatkan engkau dari api neraka”, mereka berkata, “bahkan engkau sendiri ya Rasulullah?” Nabi Muhammad Saw bersabda, “bahkan aku sendiri, kecuali Allah melindungiku dengan kasih dan rahmatNya. Oleh karena itu lakukanlah perbuatan baik sepatut mungkin, setulus mungkin, sedapat mungkin dan beribadahlah kepada Allah pada pagi dan sore hari, pada sebagian dari malam hari dan bersikaplah al-qashd (mengambil pertengahan dan melaksanakannnya secara tetap) karena dengan cara itulah kamu akan mencapai (surga)”.

Diriwayatkan dari Aisyah ra : seseorang bertanya kepada Nabi Muhammad Saw, “apakah amal (ibadah) yang paling dicintai Allah?” Nabi Muhammad Saw bersabda,” amal (ibadah) yang dilakukan secara tetap meskipun sedikit”

I.S.T.I.Q.O.M.A.H

Semangat teman ^^
Continue reading...

29/08/14

Tips Memilih Busana yang Cocok untuk Wanita yang Gemuk




Busana yang seperti apa sih yang cocok untuk seseorang yang oversize atau bertubuh gemuk?
  1. Gunakan baju yang nyaman. Nggak usah ikut- ikutan pakai baju ketat. Salah- salah malah tangan/kaki makin kelihatan bergelambir. Gunakan pakaian yang sekiranya nyaman digunakan, seperti ukurannya yang nggak terlalu kecil dan bahan yang sesuai dengan kondisi.
  2. Gunakan warna gelap. Karena warna gelap dapat digunakan untuk menyamarkan bentuk tubuh. Jangan gunakan warna yang terlalu mencolok. Dan perhatikan pula warna atasan dan bawahan. Jangan sampai malah jadi norak kelihatannya.
  3. Pilih motif yang sesuai. Untuk orang gemuk, hindari tuh motif yang besar- besar seperti kembang- kembang maupun motif horizontal. Lebih baik juga hindari motif tie dye yang bisa bikin tubuh kelihatan makin bulat
  4. Ada satu lagi busana yang cocok yakni pakaian PeDe. Percaya Diri. PD aja lagi, friends. :)

Continue reading...

07/07/14

(Mungkin ini) Tips Jitu alias Cara Cepat Dapat Jodoh


Postingan kali ini sedikit banyak (dikit aja deh) mengulas tentang jodoh.

Taraa.. tema kali ini adalah "(Mungkin ini) cara cepat dapat jodoh". Hehehe. Sebenarnya sih nggak ngulas2 amat. Mungkin lebih tepatnya kasih saran kali ya. :D

Tadi mau bahas apaan ya?
O iya, tentang jodoh.. ;)

Sensitip bener kan postingan kali ini. *evil smile*

Siapa yang bakalan tahu jodohnya itu siapa?
Ayo, angkat kaki, eh, angkat tangan. Ngangkatnya jangan kebangetan ye tingginya. Bau soalnya. Piss..

(Harusnya) Pasti nggak ada yang angkat tangan alias nggak tahu.
Why?
Karena sudah jelas, jodoh itu rahasia Alloh. Hanya Alloh yang tahu pasti siapa jodoh kita.


Nah, back to the topic, ini saya kasih dah resep/jurus/kiat/cara/tips/whatever lah namanya untuk cepat dapatkan jodoh.


Dan semoga kedepannya nggak ada lagi do'a- do'a seperti di bawah ini:





Takutnya nih jika terus menerus berdo'a seperti itu maka yang terjadi akan seperti ini:


Hehehe. Nggak mau kan kayak gitu. Nih, tips ala saya supaya cepat dapat jodoh (insyaAlloh):

1. Tentukan kriteria untuk menentukan pasangan kita
Silakan membuat kriteria sebagai tolok ukur dalam memilih pasangan. Mengapa ini diperlukan? Supaya kita tidak bingung dan kelimpungan ketika sudah dikasih proposal. Kalau sudah menetapkan standar dari awal, tentu akan lebih mudah dalam menimbang- nimbang. Tapi juga jangan terlalu sak-klek juga ya. Jika terlalu pemilih, jangan kaget jika tiba- tiba usia sudah kepala tiga.

Yang pasti, jika anda pria, maka kriteria dalam memilih istri ialah yang sholehah, yang sesuai apa yang disabdakan Baginda Nabi Muhammad SAW. Nabi bersabda:"Sesungguhnya dunia seluruhnya adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita (isteri) yang sholehah”. Beliau juga bersabda, ”Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya, dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu.”

2. Perbaiki hubungan kita dengan Alloh, keluarga, tetangga, teman, dan yang lainnya
Coba kita cek hubungan kita dengan Alloh. Dengan cara apa? Cek ibadah kita. Sholat lima waktu kita bolong- bolong nggak. Membaca Al- Qur'an rutin tidak. Rajin bersedekah atau malah pelit bin medit bin cethil. Ada yang tahu bahasa cethil atau medit? Hehehehe.

Tambah dong ibadah sunnah lainnya. Shaum senin kamis, sholat dhuha, tahajud, dan yang lainnya.

Cek hubungan dengan keluarga, tetangga, dan teman. Silaturahim jalan nggak. Jangan sampai kalau ketemu malah langsung nglengos.

3. Banyak- banyak muhasabah diri dan segera perbaiki diri menjadi lebih baik
Tengoklah ke dalam diri masing- masing. Ada sifat burukkah dari diri kita yang menghalangi hubungan kita dengan Alloh maupun sesama. Misal: dengki/iri, hasud, riya', malas beribadah, dan lain sebagainya.

Yuk, reduksi sifat- sifat jelek dari dalam diri. Gantilah dengan sifat- sifat yang baik. Seperti rajin membantu, rajin nabung, rajin sedekah, rajin ngepel, nyuci piring. :D

Perbaiki diri dengan membiasakan diri dengan sifat baik. Aura kebaikan pasti akan terpancar dari dalam diri. Lalu diri kita bersinar dan cling cling. Hingga yang melihat harus pakai kacamata hitam dan berkata "Silau mamen.. " Nggak.. maksudnya, sifat yang baik yang tertanam dalam diri pasti akan membawa aura positif.

4. Banyak- banyak membuat kebaikan seperti membantu orang- orang yang kesusahan
Seperti bunyi hadits berikut ini: 
"wawloohu fii awnii abdi ma kanal abdu fii awni akhiihi,"
"Alloh selalu berkenan membantu hamba-Nya selama hambaNya berkenan membantu saudaranya."

5. Tidak mudah putus asa, selalu berusaha, dan siap dengan ketentuan Alloh untuk kita
Dapat quote seperti ini:
Jodoh tidak akan lari dan akan datang pada waktunya. Bersabarlah dan sibukkan diri dengan amal sholeh. Hadapilah dengan sikap tenang, santai, tidak mudah emosi/sensitif, tidak larut dalam kesedihan, tidak berputus asa dan tetap bersemangat.

Rasulullah SAW bersabda: “Sungguh menakjubkan kondisi seorang mukmin. Segala keadaan dianggapnya baik, dan hal ini tidak akan terjadi, kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur, maka itu tetap baik baginya dan apabila ditimpa penderitaan ia bersabar maka itu tetap baik baginya.” (HR Muslim)


Nah, gaes, itu beberapa diantaranya tips jitu untuk mendapat jodoh.
Selamat mencoba dan berusaha senantiasa.
Dan tetap mengingat bahwasanya jodoh itu rahasia Alloh. Siapa dan kapan datangnya hanya Alloh yang tahu dan lebih tahu yang terbaik untuk kita.

Semangat :)
Continue reading...

29/03/14

Waspada Jebakan Jilboob


Terus terang baru kemarin saya mendapati istilah plesetan jilbab terbaru – menjadi jilboob. Awalnya saya membaca ada sebuah kover buku baru yang berjudul “Jilbab Bukan Jilboob”. Saya menjadi penasaran, apa sih jilboob itu ? Betapa terkagetnya saya ketika saya mengetik di google bahwa jilboob adalah salah satu halaman Facebook yang berisi foto-foto perempuan muda, juga ibu-ibu muda yang cantik dan lumayan cantik, berderet-deret dengan mengenakan jilbab. Tapi (maaf) mereka memakai baju ketat dan celana ketat. Mulai pose biasa saja, sampai pose yang menantang dari depan, samping, bahkan ada yang dari belakang. Mungkin ada ratusan foto yang terpampang di sana. Saya tidak sempat menghitung detailnya. Dan ternyata foto-foto tersebut adalah foto curian. Bahkan mungkin yang bersangkutan tidak tahu bahwa foto-foto mereka ada di sana. Foto-foto tersebut disalahgunakan oleh admin (pemilik) akun tersebut. Setelah saya coba telusuri lebih lanjut, Fanpage facebook tersebut ternyata dipakai untuk mempromosikan situs porno dan gambar-gambar bernuansa pornografi. Naudzubillahminzalik. Coba tengok berapa banyak likers (yang menyukai) halaman tersebut, sangat mencengangkan. Hampir 25000 likers sudah memberikan jempolnya. Artinya sudah lebih dari 25 ribu orang melihat halaman tersebut. Bukan tidak mungkin saudara kita atau bahkan orang yang terdekat kita yang fotonya terpampang di sana. 

Trend yang tidak dibarengi dengan Ilmu pengetahuan
Banyaknya toko jilbab, butik jilbab sampai toko jilbab online, memberikan banyak pilihan model untuk remaja dan para ibu dalam memadukan baju yang dipakai dengan penutup kepala tersebut. Trend ini menggembirakan, mengharukan, sekaligus mengkhawatirkan. Mengapa? Karena trend ini menjadi sebuah kebanggaan menjadi muslimah, sekaligus menyedihkan bagi kaum muslimah sendiri. Bayangkan, di saat jilbab menjadi trend, tapi tidak dibarengi dengan ilmu yang benar tentang bagaimana berjilbab yang benar. Berjilbab yang syar’I sesuai dengan tuntunan agama. Yang ada malah cemoohan dari agama lain. Ini bukan rasis , tapi memang kenyataan yang ada di sekitar kita. Banyak remaja putri, bahkan ibu-ibu muda dan setengah tua, masih juga berjilbab, tapi dengan tetap mempertotonkan lekuk tubuhnya yang aduhai . Baju ketat dengan celana panjang ketat. Bahkan yang lebih mengerikan dengan memakai warna yang persis seperti warna kulit. Miris sekali melihat pemandangan yang seperti itu. Apa artinya memakai kerudung, kalau bagian tubuh yang lain terbuka?

Kasus Pencurian Foto yang marak
Jangan salah, kejahatan memang terjadi di mana saja. Bisa di dunia nyata atau dunia maya. Bagaimana perasaan kita para perempuan, ketika anak-anak kita berpose di sebuah halaman yang menyajikan situs porno dan halaman yang berbau pornografi? Atau kita tidak sadar bahwa foto-foto kita sendiri ada di sana? Wow ! Menyenangkan hati? Atau sebaliknya mengiris nurani? Kalau kita malah bangga foto-foto kita di mana-mana dan menjadi terkenal, seharusnya otak kita perlu di periksakan ke dokter kejiwaan atau psikolog.
Kasus pencurian foto memang sedang marak, dan pelakunya gampang-gampang susah untuk di ciduk. Karena mereka (pasti) tidak memperlihatkan foto pribadi, bahkan alamat dan identitas asli. Mengapa perempuan dengan memakai jilbab sebagai sasaran? Bukankah perempuan cantik dan seksi masih banyak ? Alasan saya pribadi, justru para lelaki suka dengan perempuan yang kelihatannya malu-malu, tapi ternyata tidak malu mempertotonkan bagian tubuhnya yang lain kepada public. Dengan enjoynya berfoto dengan beberapa teman atau foto selfie dengan pose yang menantang. Itulah yang membuat orang tertarik dan penasaran dengan sosoknya. Membuat para mata-mata lelaki menjadi liar.
Lalu, apa yang selanjutnya terjadi , bisa di tebak ketika foto-foto tersebut tersebar di dunia maya. Banyak komentar-komentar yang bermunculan.. Mulai komentar biasa sampai yang luar biasa (seronok). Akankah kita rela anak-anak perempuan kita yang seharusnya kita jaga auratnya , menjadi santapan mata-mata liar di dunia maya? Menjadi magnet penarik untuk mata-mata jahat yang akan terjerumus ke lembah dosa?

Tanggungjawab Orangtua
Dunia maya memang menghanyutkan. Pemilik Akun Facebook di Indonesia naik tajam dari tahun ke tahun.Saat ini sudah menduduki peringkat ke dua dunia jumlah pengguna facebook. Lebih dari 35 juta orang memiliki akun social media tersebut. Di Inggris dan Amerika rata-rata pengguna Facebook berusia 31 tahun, namun di negara seperti India, Filipina, dan Indonesia rata-rata usia 20 tahunan. Bahkan anak-anak SD dan SMP sudah bermain facebook. Dan parahnya, banyak dari orangtua yang tidak peduli dengan mainan mereka ini yang berorientasi dengan media social, artinya berhubungan dengan orang lain (orang yang tidak di kenal sekalipun). Tidak jarang muncul kasus pencurian anak dan pemerkosaan karena facebook. Dampak-dampak tersebut sangat sulit dikendalikan. Kecuali dengan benteng dan prinsip yang kuat oleh anak-anak. Jiwa labil remaja dan anak-anak sangat rentan untuk menjadi korban penipuan. Bahkan para ibu muda juga sering menjadi korban penipuan berkedok seorang tentara bule. Apakah kasus tersebut kurang menjadi bukti kejahatan yang marak di internet?
Perhatian orangtua sangat di butuhkan dalam hal ini. Sebaiknya memang orangtua punya juga akun facebook untuk memantau segala aktivitas anak-anaknya. Bukan untuk mengomentari segala bentuk update status anaknya. Tapi hanya untuk mengikuti trend yang sedang terjadi pada anak-anak. Dan trend itu bisa menjadi satu topic diskusi yang menarik untuk orangtau dan anak. Ini positif sekali untuk saling mendekatkan hubungan antara anak dan orangtua yang gaul. Dan tentu saja akan bisa mengingatkan dengan baik segala bentuk sikap, tingkah laku , maupun penampilan anak kita yang kurang sopan dan kurang baik. Bahwa mereka berada dalam media social yang rentan penipuan dan penyalahgunaan foto. Kita berikan info yang membuat mereka lebih menghargai diri sendiri dan respect kepada orang lain. Jangan sampai anak-anak kita menjadi korban segala bentuk penyalahgunaan foto dan informasi pribadinya.

Berjilbablah yang benar
Kerudung dan jilbab adalah alat untuk menutup aurat perempuan muslim. Apakah warna warni yang menarik dan model yang up to date akan menjamin penampilan kita sesuai agama? Sama sekali tidak menjamin. Lalu apa yang menjamin penampilan kita baik di pandang menurut manusia dan menurut agama? Tak lain adalah ilmu pengetahuan. Ilmu tentang berjilbab yang benar, sudah sering kita dengar dalam pengajian- pengajian, kita baca dalam buku-buku populer. Tapi masih saja kita melanggarnya dengan mudah dan tidak punya malu. Padahal “Malu adalah sebagian dari iman”. Tanamkan perasaan malu kepada anak-anak, ketika mereka tidak berpakaian yang sesuai dengan tuntunan agama. Perasaan malu tersebut harus di tanamkan sesuai porsinya , sesuai situasi dan kondisi yang benar. Anak-anak yang punya prinsip kuat sejak dini, akan mempunyai pegangan hingga dewasa. Terutama pergaulan yang benar dan gaya hidup mereka yang terjaga.
Semoga anak-anak kita bisa menjaga diri ketika jauh dari orangtua. Dan masih terus mempunyai malu dengan memakai jilbabnya untuk meraih surgaNya. Aaminn.


Sumber: disini


Continue reading...
 

Delicious Cupcakes Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting