07/02/14

Bila Kuingat (Bunda Piara)


Masih ingat lagu bila kuingat yang dinyanyikan trio kwek2 saat kita kecil era 90-an?
Ini temans, lirik lagunyahh..

Bila kuingat lelah
ayah bunda
Bunda piara piara akan daku
sehingga aku besarlah

Waktuku kecil hidupku
amatlah senang
senang dipangku dipangku dipeluknya
serta dicium dicium dimanjakan
namanya kesayangan


Jadi ingat ayah bunda ya. :)
Jangan jadi anak yang bandel, nggak nurut, atau berani sama ortu ya temans.
Mereka sudah berlelah lelah dan kepayahan dalam merawat dan mendidik kita.
Meski mereka tak menuntut pamrih/balas dari kita, sudah sepatutnya kita sebagai anak musti membahagiakan mereka.
Berbuat baiklah pada mereka.
Sekecil apapun dan dimulai dari sekarang. ^^

Continue reading...

03/02/14

Hujan (Rain)


Itu judul kenapa Rain?
Tahu Rain kan?
Itu bukan karena saya ngefans sama drama Korea loh (padahal aslinya iya sih. muehehe), tapi emang lagi mau ngomongin hujan atau dalam bahasa Inggrisnya Rain. Pinter Bahasa Inggris kan saya.. :D Saya mau bahas bab hujan karena kemaren habis kehujanan alias ujan- ujanan.

Hujan yang turun kemarin malam ba'da maghrib memang tergolong deras (itu di daerah saya loh^^). Awalnya hujan masih turun rintik2, sehingga saya memutuskan beranjak dari lokasi untuk balik ke rumah. Tapi baru mau ambil kendaraan (red:kuda besi kesayangan saya), langit sepertinya iba melihat saya yang belum mandi sore. Dari langit langsung turun hujan yang semakin deras. Sudah kepalang basah ambil kendaraan, langsung saja saya terobos hujan untuk segera sampai ke rumah. Tapi karena hujannya lebat dan butiran hujan yang jatuh seolah kecepatannya 120 km/jam, maka tak urung kecepatan motor saya hanya berkisar 20-30 km/jam. Wow.. Cepat sekali ya teman. :D Ditambah dengan mengenakan kacamata minus, ahh, jarak pandang saya mungkin hanya sampai 5 watt, eh... 1 atau 2 meter ke depan.

Akan tetapi, setelah mengamati sekitar, ternyata ada banyak hal yang menarik pikiran saya (entah menarik pula atau tidak bagi pembaca sekalian).

Apa yang saya amati??

Jalanan yang saya lewati ternyata jadi lengang alias sepi. Padahal untuk ukuran hari yang belum terlalu malam, biasanya jalan yang saya lewati untuk pulang ke rumah selalu ramai. Tapi hujan deras yang mengguyur kemarin, sepertinya mengurungkan niat orang2 untuk keluar rumah. Hanya orang nekat seperti saya (halahh, alay ya^^) yang mau2nya menerobos hujan seperti kemarin itu. Apalagi kecepatan butiran hujannya kenceng banget, kalau mengenai kulit wajah/tangan itu hmmmm... mantebb rasanya. Kayak mau pijat akupuntur aja.

Jika hujan turun, apalagi jika hari pun sudah malam, setiap orang pasti malas untuk keluar rumah. Dingin, gelap, laper, muehehe..
Ya kalau nggak kepepet atau memang jamnya pulang ke rumah (kayak saya ini), mau nggak mau harus menerobos hujan. Balik lagi ke bahasan jalan, jalanan jadi sepi dan lapang sekali. Kemaren ada momen pas berhenti di lampu merah, yang berhenti cuma satu, dan itu... saya... -_-
Pas lampunya udah ijo, yang jalan juga... cuma saya. -__- Saya tengok seberang dan kanan kiri perempatan, alamakk... nggak ada orang satu pun. Asiikk.. *sambil joged2

Nah, pas lewat kotagede yang biasanya padet, kemaren itu sepi. Yang jalan cuma saya aja. Berasa lapanggg banget.. Yang biasanya kita jalan di jalur kiri, kemaren bisa nengah, nengah, dan nengah. Plus kayaknya bisa buat jejingkrakan atau goyang2 di atas motor. Bahkan kalau saya nggak malu, mungkin saya bakal nyanyi2 kegirangan. hihihi. Dan lagi kalau saya udah nggak mikir panjang, pasti motornya saya bawa ke kanan jalan. Tapi gegara dari arah yang berlawanan ada apa tuh bulet- bulet, eh terang banget (baca: lampu kendaraan dari arah berlawanan). Jadinya saya mengurungkan niat untuk miringin jalan motornya semakin ke kanan. Ahh, hujan sekali lagi mengaburkan pandangan. Karena kacamata saya udah basah kena butiran hujan.

Dan hujan memberikan pelajaran kesabaran. Kesel nggak tuh, kalau kita pas jalan di jalanan yang airnya agak tinggi, terus di salip dari kanan. Dan... Sroooookkkkkk... kita keguyur karenanya. Tahu aja kalau saya belum mandi. Hiks. Dan seolah lagunya Bang Caca Handika berubah jadi:
basah- basah sendiri

dingin- dingin sendiri

nyuci baju sendiri...

eh, kok jadi gini ya lagunya.. :(

Hujan itu rahmat. Jadi jangan salahkan hujan ya teman. Dan jangan salahkan si rahmat juga. Karena Mas Rahmat nggak salah (loh? apa sih :D ).

Jangan sampai bilang,
"Gara2 hujan nih aku jadi basah kuyup, aku jadi batal jalan, aku jadi batal nikah (eh?), dan aku jadi.... yang lainnya"
Ambil positifnya ya teman. Karena hujan itu memang rahmat dari Alloh SWT.
Saya aja yang belum mandi, udah lecek, kotor, dekil (ups..) jadi bersih. Motor yang sebelumnya kotor jadi kinclong. Hehehe. Maksud saya, pasti ada hikmahnya sob. Jangan salahkan hujannya ya, pliisss.. (apaan sih.. :D )

Alloh pasti menciptakan sesuatu tidak sia- sia. Pun begitu juga dengan hujan.
Hujan merupakan salah satu perkara terpenting bagi kehidupan di muka bumi. Ia merupakan sebuah prasyarat bagi kelanjutan aktivitas di suatu tempat. Hujan memiliki peranan penting bagi semua makhluk hidup, termasuk manusia.

Hujan yang Alloh turunkan memiliki beberapa hikmah, di antaranya adalah sebagai berikut ini:

1. Wujud nyata dari rahmat Alloh untuk seluruh makhluk

Alloh Ta’ala berfirman,

وَهُوَ الَّذِي يُنَزِّلُ الْغَيْثَ مِنْ بَعْدِ مَا قَنَطُوا وَيَنْشُرُ رَحْمَتَهُ وَهُوَ الْوَلِيُّ الْحَمِيدُ

“Dan Dialah Yang menurunkan hujan sesudah mereka berputus asa dan menyebarkan rahmat-Nya. Dan Dialah Yang Maha Pelindung lagi Maha Terpuji.” (QS. Asy Syuura: 28). Yang dimaksudkan dengan rahmat di sini adalah hujan sebagaimana dikatakan oleh Maqotil.[1]


2. Rizki bagi seluruh makhluk

Alloh Ta’ala berfirman,

وَفِي السَّمَاءِ رِزْقُكُمْ وَمَا تُوعَدُونَ

“Dan di langit terdapat rezkimu dan terdapat (pula) apa yang dijanjikan kepadamu.” (QS. Adz Dzariyat: 22). Yang dimaksud dengan rizki di sini adalah hujan sebagaimana pendapat Abu Sholih dari Ibnu ‘Abbas, Laits dari Mujahid dan mayoritas ulama pakar tafsir.[2]

Ath Thobari mengatakan, “Di langit itu diturunkannya hujan dan salju, di mana dengan sebab keduanya keluarlah berbagai rizki, kebutuhan, makanan dan selainnya dari dalam bumi.”[3]


3. Pertolongan untuk para wali Alloh

Alloh Ta’ala berfirman,

إِذْ يُغَشِّيكُمُ النُّعَاسَ أَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّن السَّمَاء مَاء لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ وَيُذْهِبَ عَنكُمْ رِجْزَ الشَّيْطَانِ وَلِيَرْبِطَ عَلَى قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ الأَقْدَامَ

“(Ingatlah), ketika Alloh menjadikan kamu mengantuk sebagai suatu penenteraman daripada-Nya, dan Alloh menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu dan menghilangkan dari kamu gangguan-gangguan syaitan dan untuk menguatkan hatimu dan memperteguh dengannya telapak kaki(mu).” (QS. Al Anfal: 11)


Ibnu Jarir Ath Thobari rahimahullah mengatakan, “Hujan yang dimaksud di sini adalah hujan yang Alloh turunkan dari langit ketika hari Badr dengan tujuan mensucikan orang-orang beriman untuk shalat mereka. Karena pada saati itu mereka dalam keadaan junub namun tidak ada air untuk mensucikan diri mereka. Ketika hujan turun, mereka pun bisa mandi dan bersuci dengannya. Setan ketika itu telah memberikan was-was pada mereka yang membuat mereka bersedih hati. Mereka dibuat sedih dengan mengatakan bahwa pagi itu mereka dalam keadaan junub dan tidak memiliki air. Maka Alloh hilangkan was-was tadi dari hati mereka karena sebab diturunkannya hujan. Hati mereka pun semakin kuat. Turunnya hujan ini pun menguatkan langkah mereka. ... Inilah pertolongan Alloh kepada Nabi-Nya dan wali-wali Alloh. Dengan sebab ini, mereka semakin kuat menghadapi musuh-musuhnya.”[4]


4. Sebagai alat untuk bersuci hamba-hamba Alloh

Dalilnya adalah sebagaimana disebutkan dalam point ke-3, Alloh Ta’ala berfirman,

وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّن السَّمَاء مَاء لِّيُطَهِّرَكُم بِهِ

“dan Alloh menurunkan kepadamu hujan dari langit untuk mensucikan kamu dengan hujan itu” (QS. Al Anfal: 11). Imam Ats Tsa’labi mengatakan, “Air hujan ini bisa digunakan untuk menyucikan hadats dan junub.”[5]


Jadi teman, hujan itu rahmat Alloh, yang ia berikan karena Ia Maha Penyayang kepada setiap makhlukNya. Jangan dicela datangnya. Terimalah dengan penuh kesyukuran.

Hujan ohhh Hujan.. ^_^
Alhamdulillaah...

Continue reading...

02/02/14

From This Moment


From this moment, life has begun
Sejak saat ini, hidup telah dimulai

From this moment, you are the one
Sejak saat ini, engkaulah satu-satunya

Right beside you is where I belong.
Di sisimulah tempatku berada.

From this moment on
Sejak saat ini dan seterusnya

From this moment I have been blessed.
Sejak saat ini aku telah diberkati

I live only, for your happiness
Hidupku hanya untuk membahagiakanmu

And for your love
Dan demi cintamu

I'd give my last breath,
Rela kuberikan hidupku,

From this moment on
Sejak saat ini dan seterusnya

I give my hand to you with all my heart,
Kuulurkan tanganku padamu beserta hatiku,

I Can't wait to live my life with you
Kutak sabar untuk hidup bersamamu

I Can't wait to start.
Aku tak sabar.

You and I will never be apart,
Kau dan aku takkan terpisah,

My dreams came true because of you
Mimpiku jadi nyata karenamu

From this moment, as long as I live
Sejak saat ini, seumur hidupku

I will love you.
Aku akan mencintaimu.

I promise you this.
Kuberjanji padamu

There is nothing I wouldn't give
Semua kan kuberikan

From... this... moment on.
Sejak saat ini dan seterusnya

You're the reason. I believe in love,
Engkaulah alasanku percaya pada cinta,

And you're the answer to my prayers, from up above
Dan engkaulah jawaban doaku, dari yang di atas

All we need is just the two of us.
Yang kita mau hanyalah berdua

My dreams came true because of you.
Mimpiku menjadi nyata karenamu

From this moment as long as I live
Sejak saat ini seumur hidupku

I will love you
Aku akan mencintaimu

I promise you this
Kuberjanji padamu

There is nothing I wouldn't give
Semua kan kuberikan

From this moment
Sejak saat ini

I will love you (I will love you)
Aku kan mencintaimu

As long as I live
Seumur hidupku

From this moment on
Sejak saat ini dan seterusnya

Mmmmmm


*)lagu yang Oks banget, pas dgn hal2 yang berbau Pernikahan. ^_^
Continue reading...

01/02/14

Tips Menulis: Nggak Fokus Nulis Nih


Sobat semua sekalian, pernah ngalamin hal di bawah ini:

Pas lagi nulis, tiba2 perut mual, mulas, kembung, letih, lesu, tanpa stamina??

Eh, nggak ding,

Pas lagi nulis, tiba2 perut mual, mulas, kembung, letih, lesu, tanpa stamina??

Pernah pas lagi nulis depan laptop, tiba2 hilang fokus. Tiba2 utak utik, umak umik ngerjain pekerjaan lain, tiba2 megang hp ngegame, tiba2 buka fb/twitter, tiba2 ngeloyor ambil makan lalu makan dengan lahapnya, atau mendadak amnesia "ini aku sedang apa ya...?" -_-

Sebagian besar pasti pernah bahkan sering mengalaminya. Ketidakfokusan! Disini terutama ketidakfokusan dalam hal nulis. Jelas sekali banyak faktor yang mempengaruhinya. Diantaranya emang lagi laper (hehe), lagi boring, mangkel, atau jenuh, atau bahkan emang sulit berkonsentrasi.

Anda sulit berkonsentrasi??
Minum saja... wedang ronde..
Berkhasiat untuk....

Anda masih sulit berkonsentrasi??
Banting saja laptopnya... :D

Malah iklan nih.Itu tuh contoh kecil dari ketidakfokusan dalam menulis.

Balik lagi ke bahasan awal. Diantara faktor sulitnya untuk fokus menyelesaikan tulisan, sudah sedikit saya sebutkan. Itu baru dari faktor dalam diri (internal).Bisa jadi ada faktor dari luar (eksternal) yang menyebabkan kita sulit fokus menyelesaikan tulisan kita. Diantaranya: lingkungan bising, ada orang nyetel musik kekencengen, nulis di tengah keramaian (misalnya di tengah konser atau di tengah lapangan bola yang lagi ada pertandingan :D ), atau nulis di atas atep rumah yang sewaktu2 kita bisa kabur ketiup angin, atau nulis di depan harimau. Nah loh!

Ini es lilin aduuh,, sudah terbukti.. rasanya manis, aduhh sedap sekali..

Maap temans, lagi sambil dengerin lagunya Cik Siti Nurhaliza yg Es Lilin itu lho.

Nggak fokus nulis berakibat kita jadi lama menyelesaikan project tulisan (skripsi hehe, buku, atau blog narsis kita). Yang harusnya udah deadline jadi mundur2 jadwal penyelesaiannya. Pfiuh, jadi butuh waktu yang lebih lama dan butuh energi yang lebih ekstra. Apalagi jika udah mepet2 tenggat waktu yang udah ditentukan. Metode lama dikeluarkan. SKS! Sistem Kebut Semalam atau Seminggu atau Sebulan. :D

Nggak asik memang. Tapi itu sudah jadi konsekuensi jika kita memilih dengan sadar untuk menjadikan pekerjaan kita molor.
Solusinya??
Ya jangan molor, sob. :)
Semoga terus istiqomah dalam menyelesaikan projectnya. Yang lalu biarlah berlalu (ecieee),yang udah terlanjur molor ya jangan disesali. Tapi segeralah dikerjakan. Dan jadikan ini pelajaran.^^

Hidup itu pilihan.
Setiap pilihan mengandung konsekuensi.
Dan kita pasti dengan sadar memilih dan tahu konsekuensinya.
Serta jangan lupa, ada hikmah yang terkandung dalam setiap pilihan.

Bisa jadi ketika kita molor nulis project A misalnya, kita sukses dengan project B, C, atau D kita.
Hanya pengerjaan project A jadi mundur dari jadwalnya.

Tetep semangat nulis ya guys!!! ^_^

Ikatlah Ilmu dengan Menuliskannya

NB: ini saya juga lagi nggak fokus nulis apaan :D
Continue reading...

Berterimakasihlah Kepada Setiap Orang di Sekitar Kita


Berterimakasihlah kepada orangtua yang telah mendidik, menyayangi kite sepenuh hati..
Berterimakasihlah kepada saudara kita yang selalu menemani kita bermain sedari kecil..
Berterimakasihlah kepada pasangan kita (yang sudah halal tentunya) yang selalu menerima kita apa adanya dan senantiasa menghebatkan kita..
Berterimakasihlah kepada tetangga yang senantiasa menyapa kita jika kita pergi keluar rumah..
Berterimakasihlah kepada guru2 kita di sekolah yang selalu ikhlas mendidik kita, dan sabar menjawab pertanyaan kita..
Berterimakasihlah kepada teman2 tempat kita curhat suka2 dan jalan bersama..
Berterimakasihlah kepada orang yang bertemu di jalan, meski sebentar, entah mengobrol atau tersenyum, tapi mereka mengajarkan kita makna berbagi kasih..
Berterimakasihlah kepada orang yang berhenti di lampu bangjo perempatan jalan, mereka mengajari kita arti kesabaran..
Berterimakasihlah kepada anak kecil yang menumpahkan es krim di baju kita, mereka mengajarkan kita arti sayang pada orang yang lebih muda..
Berterimakasihlah kepada ibu2 hamil yang berdiri di dalam bus, ia mengajarkan kita arti mengalah..
Berterimakasihlah kepada kompetitor kita dalam pertandingan, ia mengajarkan kita sportif dan tidak curang..
Berterimakasihlah kepada nenek- nenek yang galak, karena ia mengajarkan kita rasa hormat pada orang yang lebih tua..
Berterimakasihlah pada pak petugas kebersihan, ia ikhlas membuangkan sampah orang2, tanpa harus berteriak "ini sampah punya siapa!"..
Berterimakasihlah kepada ibu penjual makanan di kantin, tersenyum pada setiap rang dan ikhlas melayani pelanggan..
Berterimakasihlah kepada pak bon penjaga sekolah, ia mengajari kita arti kata amanah menjaga titipan..
Berterimakasihlah kepada sopir angkot/bus kota, yang mengajarkan kita tanggung jawab kepada keluarga..
Berterimakasihlah..
Kepada setiap orang yang hadir di kehidupan kita.
Ia memberi makna pada setiap hal.
Tinggal bagaimana kita mengambil hikmah di dalamnya.
Tinggal bagaimana kita memandang segalanya dari sudut pandang positif.
Berterimakasihlah kepada setiap orang meski kecil perannya dalam hidup kita. Kita tak tahu, mungkin saja ia paling besar pengaruhnya bagi kita kelak.
Berterimakasihlah sahabat, pada alam yang memberi keteduhan,dan..
Pada Sang Pemberi Hidup, Alloh SWT, atas nikmat2 yang tiada dapat kita menghitungnya secara cermat dan detail.
Say.. Alhamdulillaah......... :)

Continue reading...

28/01/14

Wonderful Marriage


Bukannya kami hendak menyaingi popularitas pak cah dg bukunya Wonderful Family loh. Hehe :-) Judul ini memang kami rasa pas saja sebagai judul postingan kali ini. Mungkin nggak banyak yg akan kami sampaikan, hanya 99999999,99 kata saja (nggak ding. Becanda ^^).

Sekian banyak kali kami menggunakan ilmu “titen”, alias meniteni. Bahasa inggrisnya apa ya? Ada yg bs bantu? -_- Bahwa biasanya pasangan muda alias yg baru saja menikah itu kelihatan loh. Nah loh, keliatan apanye tu? Yaa kelihatan kalau baru saja menikah. ;-)

Biasanya pasangan yg baru aja menikah itu sukaaaa banget apdet2 di sosmed semacam fb. Mulai dr memperlihatkan kebahagiaan, kemesraan, maupun kegemesan. Mulai dari tingkat wajar sampai abnormal statusnya. Misal: deket2an saja, harus pakai acara nulis d wall pasangannya. Dan biasanya ke-alay-an tsb diawali dari sang istri! (ups, ini bukan pengakuan dosa yg pernah sy lakukan loh ^^)

Mrs.A : (ngewall di fb nya Mr. A pakai hp padahal suaminya cuma disampingnya) “Uwaaaawww, langit siang ini bagusss…. Pas banget sama pujaan hati yg lagi pakai baju biru..”
Mr. A: (ikut2an alay drpada disikut ama istrinya:D ) “Iyuupp.. Bagusss bingittt… “
(Ternyata alaynya lebih parah :-P )

Itu cuma segelintir seuprit contoh kealayan suami istri yg baru saja mereguk nikmatnya pernikahan. Sah2 saja kok fren. Malah alay yg seperti ini, yg mesra seperti ini justru diberkahi oleh Alloh. Soalnya udah jelas dibingkai dalam sebuah peenikahan. Daripada pacaran nggak jelas juntrungannya. Tapi… Tetep dlm koridor wajar ya sob. Alaynya jgn keterlaluan. Hehe. Masak deketan aja pakai ngewall di fb, mention d twitter. Bbm-an mending lah. Kan nggak diliat orang banyak.

Kalau terlalu sering mengumbar kemesraan d ruang publik, tentu yg ngliat (baik sengaja/nggak) lama- lama jadi jengah. Home fb atau TL twitter jadi pueenuuhh gegara ulah kita and pasangan. :) So, yg wajar aja ya.. Tapi sesekali jg gpp. Iseng2 berhadiah gitu. :-D

Nah, yuuk kita lihat tren yg ada dewasa ini. Bahwasanya kemesraan pasangan yg kelihatan di fb, dll lama- lama nggak kelihatan. Semakin jarang diapdetin kemesraanya. Dan mungkin banyak teman yg bertanya. “Itu Mr.A and Mrs.A kok jarang muncul di fb/twitter yah… Bla bla bla.. ” Mungkin ada yg bersyukur krn Mr&Mrs A sudah nggak gila and alay. Hihihi. Dan bisa jadi juga banyak yg merindukan kegilaan serta kealay-an mereka di sosmed.

Akan tetapi sob, bukan berarti cinta mereka sedang luntur atau berkurang. Usia pernikahanlah yang semakin mendewasakan hubungan antara suami istri. Ketika di awal pernikahan, cinta yang terbit antara dua insan tersebut ialah cinta yang masih labil. Cinta yg masih naik turun sejalan emosi jiwa. Serta cinta yang masih muda, masih dipenuhi fantasi- fantasi yang memenuhi ruang jiwa dan fikiran. Jadi masih seneng- seneng lah istilahnya. Masih unyu2nya dan segar.

Akan tetapi sahabat, semakin lama usia pernikahan sejatinya cinta pun bertumbuh. Ia tumbuh semakin besar dan kokoh. Bukan lagi cinta2an ala remaja masa kini. Tapi menjadi cinta yang matang. Semakin bisa berfikir jernih ketika ada badai menghadang (kayak lagunya ada band yg walau badai menghadang ya.. Hehe)

Wajar kok. Jadi ketika dulu di awal pernikahan, kita baru memulai mengenal lebih dalam dan kita masih memosisikan pasangan kita hanya sebatas pasangan saja. Semakin lama waktu terlewati, semakin kita mengenal lebih jauh tentang suami/istri kita, semakin kita bisa memosisikan pasangan sebagai suami yg kita patuhi/istri yg kita bimbing, sekaligus menjadi mitra kerja, sahabat yang baik, dan sebagainya.

Tuh sob, semakin lama, semakin ia (baca: cinta dlm pernikahan) masuk dalam kehidupan kita, semakin stabil lah posisinya serta semakin kuat chemistry nya. Tak mudah goyah ataupun mentiung seperti cinta di awal pernikahan. ;-) (Eciiee… Apa sih ya.. ^^)

Menakjubkan ya bagaimana hubungan antara suami dan istri itu. Dan menakjubkan pula sebuah dunia yang bernama pernikahan itu. What a wonderful marriage. ^_^

Adnan&Ines
Continue reading...

Menjemput Jodoh


Lagi- lagi kami sampaikan kembali mengenai alasan dalam pemilihan judul di tiap postingan. Di postingan kali ini kami menggunakan judul yang barang tentu seringkali dibahas atau berada dalam tulisan2 yang acapkali teman2 temukan.

Postingan kali ini bukan berisi tips2 dalam menjemput jodoh ataupun ribuan kalimat motivasi supaya teman2 cepat menikah. Akan tetapi disini kami coba menyajikan opini lain tentang masih banyaknya orang2 yg berada pada garis edar belum menikah2 juga (kayaknya beratt ye ni bahasanya ^^).

Sering kami temui tulisan2 yg intinya “ayo dong nikah..”, “ayo cepet nikah, enak lho..”, “nunggu apa lagi sih.. “, dll. Ada jg yg isinya tips2 bagaimana memantaskan diri utk menikah lalu biar cepat djemput jodoh, atau bagaimana menjemput jodoh spy dpt yg terbaik.

Semua tak salah. Bagus malah.

Tapi kadang kami menangkap orang2 yg berada pada sudut lain. Ia yang malah menjadi minder. Bukan karena tak mau atau tak ingin cepat2 menikah. Tapi karena mengapa jodohnya tak kunjung datang padahal ibaratnya segala upaya telah diusahakan. Melihat banyaknya tulisan teman2 yg intinya mendorong supaya segera nikah (nunggu apa lagi sih), seolah2 menyudutkan mereka yg belum kunjung tiba jodohnya. Hiks. Sediih. :-(

Atau ada lagi orang2 yg masih memikirkan hal lain sebelum menikah semisal mau membahagiakan ortu dulu, mau kerja dulu, mau sukses dulu, dsb. Terkadang berbagai dalil yg kita keluarkan utk mendorong mereka segera menggenapi dien pun tetap tak mempan. Prinsip mereka yg kuat membuat mereka cenderung menunda dahulu berlangsungnya sebuah pernikahan.

Dua golongan yg kami sebutkan di atas benar2 ada, masih banyak malah. Utk orang2 golongan pertama tadi (yg jodoh belum kunjung tiba jua) rasa2nya jika kita mau nulis ttg bagaimana senangnya cepat nikah, silakan mikir2 lagi. Jika memang belum tiba jodohnya, jadi kasihan kalau mereka harus merasakan pula rasanya “sindiran” dr tulisan2 yg acapkali kita postingkan. Mungkin tanpa kita tahu, mereka terus berupaya. Namun Alloh lebih tahu waktu yg terbaik utk mereka. :) Teruslah berupaya kawan utk menjemput jodoh masing2.

Utk golongan kedua yang punya prinsip menikah setelah semua urusan mereka selsai (kerja/sukses dulu atau membahagiakan ortu dulu) tentu punya alasan kuat tersendiri. Akan tetapi jgn sampai nunda2 terus utk menikah ya. Jgn sampai tahu2 umur udah kepala 3 atau 4 aje. ^^ Tentu saja tetap diikhtiarkan menjemput jodoh. Ok sob :-)

So, apapun pilihan kalian, kalian udah dewasa. Pasti tahu mana yg terbaik utk diri masing2. Namun jika kondisinya jodoh yg belum tiba (tapi tentu masih tetap terus berupaya), itu berada di luar kuasa kita. Alloh tahu yg terbaik bagi kita.

Semangat teman! ^^
Continue reading...
 

Delicious Cupcakes Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting