05/12/14

Aja Ngimpi Swarga yen Lena Legine Donya


Sumber: Dokumentas Pribadi
Aja Ngimpi Swarga yen Lena Legine Donya

Jangan bermimpi mendapatkan surga jika kita masih terlena dengan manisnya dunia.
Begitu kira- kira arti dari kalimat mutiara yang berbahasa Jawa di atas.

Kalimatnya sederhana, tapi serius nampol banget.

Dunia memang lengkap.
Ia menyajikan sajian yang lezat dan menggoda selera.
Namun jangan sampai kita terlena begitu saja.
Kita harus berhati- hati, dan waspada.

Ingat- ingatlah selalu ini...
Padahal Allah telah menggambari tentang dunia pada firmanNya, antara lain yang artinya,
“Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (QS  al Hadid : 20)

Dan ini...
“Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah yang sebenarnya kehidupan, kalau mereka mengetahui.” (Al-Ankabut: 64)

Bahkan Abu Bakar pun pernah  berkata, ”Ya Allah, jadikanlah dunia di tangan kami, bukan di hati kami.”

See..
Jadikan dunia hanya di tangan, bukan di hati.
Satu saja kuncinya...
"ZUHUD"
Continue reading...

03/12/14

Balada Koin Gopek


Dokumentasi pribadi

Itu uang koin gopek yg warna perak.

Suamiku menemukan uang koin itu di kantong celananya yang habis aku cuci kemarin.
Lama ia memperhatikan uang koin temuannya itu.

Lalu ia bilang sama aku," May, nih gopek buat umay.."

"Waa, makasih ya Bay..." mataku berbinar binar

"Tapi maaf May.. Uang gopeknya luntur.."

"Eh....," akupun bingung.

Lalu gantian kuamati uang gopek pemberian suamiku.

Yaelah, ini mah bukan uang gopeknya yg luntur. Itu emang gopekan yg warna perak. Bukan gegara dicuci, trus warna yg semula kuning jadi perak. Bukan juga gegara dicuci, lalu massanya jadi berkurang trus jadi lebih enteng.

Abay,, plisss dehh -_-'


Continue reading...

OST Hunger Games Mockingjay Part I "Hanging Tree"



Masih ngebahas tentang Hunger Games Mockingjay ya.
Yang udah nonton pasti nggak akan asing sama lirik lagu di bawah ini.

Yep, ini lirik lagu yang disenandungkan Katniss saat di tepi danau bareng sama temen- temennya.
Satu hal yang gue rasain saat dengar ini lagu untuk yang pertama kalinya, Merinding!

Are you, are you
Coming to the tree
They strung up a man
They say who murdered three.
Strange things did happen here
No stranger would it be
If we met at midnight
In the hanging tree.

Are you, are you
Coming to the tree
Where dead man called out
For his love to flee.
Strange things did happen here
No stranger would it be
If we met at midnight
In the hanging tree.

Are you, are you
Coming to the tree
Where I told you to run,
So we'd both be free.
Strange things did happen here
No stranger would it be
If we met at midnight
In the hanging tree.

Are you, are you
Coming to the tree
Wear a necklace of hope,
Side by side with me.
Strange things did happen here
No stranger would it be
If we met at midnight
In the hanging tree.

Are you, are you
Coming to the tree
Where I told you to run,
So we'd both be free.
Strange things did happen here
No stranger would it be
If we met at midnight
In the hanging tree.

Are you, are you
Coming to the tree
They strung up a man
They say who murdered three.
Strange things did happen here
No stranger would it be
If we met at midnight
In the hanging tree.

Are you, are you
Coming to the tree
Where dead man called out
For his love to flee.
Strange things did happen here
No stranger would it be
If we met at midnight
In the hanging tree.

Lagunya yang agak agak serem and misterius, membuat gue penasaran buat googling nyari liriknya. Dan walaa... ketemulah sama lirik lagu Hanging Tree ini. Dan gue juga udah download lagunya (Katniss yang nyanyi) via 4shared. 

Alhasil, karena udah ketemu semua, gue senandungkan pas lagi ngelus- elus tuts keyboard lappy. Lagu gue putar berkali- kali. Gue juga ikutan nyanyi. Berkali- kali. Catet, berkali- kali.

Dan jadinya apa sodara- sodara?
Jadinya sebelum tidur, lagu itu masih terngiang- ngiang di pikiran. Gue heran aja, kok kuat banget ya pengaruhnya, nggak seperti lagu biasanya.

Dan...malam itu gue nggak bisa tidur! 
I mean, kebangun dari tidur berkali- kali.
Kayak tindihan tapi terus- terusan.

Tahu tindihan kan?
Itu kayak 'diganggu' gitu.
Tapi penjelasan ilmiahnya gue belum tahu pasti. Yang jelas, badan kayak susah digerakkan, kayak diikat. Mau teriak aja susah, Dan saat itu, mata gue kayak dikatupkan, kayak dilem, cukup sulit pas mau dibuka.

Dan itu nggak hanya sekali sodara- sodara. Berkali- kali!
Setelah tindihan, gue dzikir berulang- ulang, tapi terus aja tindihan.
Akhirnya pas gue kebangun yang kesekian kalinya, gue ambil hp, mainan Pou. *krauss, selo bingit*
Dengan posisi ndresel suami sendresel ndreselnya. I mean, di bawah ketek. >_<

Sambil terus dzikir, mata jadi ngantuk.
Dan, bablas deh tidur.. :D

Satu pelajaran yang dapat gue ambil dari sana:
Semua itu terjadi karena sebelum tidur, gue nggak banyak- banyak berdo'a dan dzikir mengingat Alloh. Jadi gitu deh.

Jadi kesimpulannya, jangan coba- coba nyanyiin deh. *hlo* Hehehe.
Berdo'a dan dzikir sebelum tidur. Ok.

Are you, are you...
Still wanna try?


Continue reading...

Sebuah 'Mahakarya' Puisi: Nglesot



pic source

Pagi semua...
Setelah kemarin cerita2, kali ini gue mau upload karya fiksi. Tepatnya puisi nan kece *tsaah*
Puisi ini gue tulis saat nunggu pacar (baca:hunny bunny husband) di bioskop. Ceritanya pacar gue lagi pergi bentar ke studio foto. Dan gue di drop di bioskop buat beli tiket, biar nggak kelamaan antri dan ketinggalan film.

Kami berangkat dari rumah ba'da maghrib. Dan ada 3 pilihan film yang akan kami tonton.
1. Interstellar
2. Penguins
3. The Hunger Games Mockingjay

Nah, yang penguins itu film baru. Yang 2 lainnya, udah rilis agak lama, seminggu dua minggu lebih lah.
Dan jam tayang ketiganya pun deketan, yakni jam 19.00 dan 19.15.

Gegara gue pengin banget melampiaskan hasrat nonton part-3 nya Hunger Games (baca: Peeta Mellark, walau Peeta nggak sering nongol :D), maka kami putuskan untuk lebih memilih film Hunger Games. Dan pacar gue pun pesen, "Kalau yang Hunger Games dapetnya barisan kursi depan, pilih yang lainnya ya May.."

"Ok dah, siip sippo Bay.."

Setelah gue di drop di sana, kondisi bioskop lagi rame- ramenya. Rame banget malah. Untungnya nggak antri banget, malahan nggak antri. Gue dateng dan langsung ke bagian mba penjual tiket.

Dengan keramahan mba penjual tiket, gue pun teringat pedagang di Pasar Tanah Abang. Bajunya Kakak, Pashminanya Kakak, Jilbabnya Kakak. Ok, lupakan!
Lupakan imajinasi gue yang absurd itu. -_-

Setelah dipilih2, ternyata kursi yang masih tersisa khususnya bagian agak2 terbelakang ada di teater film Hunger Games. Ok fix, gue pun memilih itu. Meski awalnya agak ragu, karena Hunger Games masih ada kursi bagian belakang yang sisa. Kok yang Interstellar masih puenuh aja ya kursinya. Padahal kan udah lumayan lama rilis. Kalau film Penguins mah, gue nggak begitu heran kalau penuh. Film baru soalnya.

Kondisi bioskop (belum gue sebutin ya, yg di Urip Sumoharjo itu lho) yang rame kala itu, membuat kursi tunggu yang disediakan utk penumpang penonton juga penuh. Walhasil, gue harus puas dengan duduk nglesot deket teater 5. Untung nggak sampai duduk di toilet.

Dan, puisi di bawah ini gue hasilkan dengan alay dan beringas dalam waktu 5 menit (mungkin kurang), sambil nglesot nunggu pacar dateng dan nunggu film dimulai.

Dokumentasi pribadi


Nglesot
Dan gw nglesot di bioskop
Gegara penuh bett (baca:banget)
Dan gw pake sendal jepit
Pake kaos
Nggak bawa tas
Cuma berbekal henpon
Yg layarnya udah sukses gw pecahin
Ahahaa
Damainya dunia
Di tengah hiruk pikuk lalu lalang para pengunjung bioskop
Dan gw nglesot
Deket pintu masuk teater
Dan gw nglesot
Deket colokan
Dan gw nglesot
Deket pot
Semoga..
Gue nggak dikira 
Suster ngesot

Keren kan, keren kan *nglirik sadis*
Dan setelah itu, gue dan pacar pun nonton.
Finally, gue jadi menemukan jawaban di atas. Mengapa Hunger Games Mockingjay ini masih menyisakan gue kursi padahal termasuk di last minute beli tiket.


Baca review gue juga ya tentang Hunger Games Mockingjay ini ya, disini (link belum hidup :P)...
Continue reading...

Yang Seiman Lebih Tenteram




Beberapa saat yang lalu berita yang sedang mencuat ialah kasus pernikahan dua orang artis yang berbeda keyakinan. Si pria (katanya) sudah masuk Islam sebelum menikah. Akan tetapi yang membuat heboh ialah setelah ia melangsungkan pernikahan, pria tersebut menyatakan bahwa dirinya tidak pernah masuk Islam. Nah loh, yang benar ini yang mana?

Disini saya tidak akan membahas beritanya. Berikut saya ambilkan petikan opini dari sebuah media cetak perihal pernikahan tersebut:

Memiliki suami yang berbeda keyakinan dengan kita (non-muslim) jelas dilarang oleh syariat. Bahkan pernikahan otomatis batal bila diketahui sang suami menjadi murtad (keluar dari Islam).
Alasan cinta tak lantas membutakan mata. Bagaimanapun, memilih lelaki yang beriman dan shalih merupakan syarat mutlak bagi seorang wanita dalam memilih suami.

Memang tak salah bila seorang muslimah meminta mahar berupa ikrar dua kalimat syahadat, bahkan hal tersebut merupakan kebaikan. Hal ini pernah dimintakan oleh Ummu Salamah ketika hendak dipinang oleh Abu Thalhah.

Namun pilihan tersebut, di zaman ini, bukan tanpa resiko. Sebab selamanya kita tidak akan bisa mengetahui pasti isi hati seseorang. Berhati- hatilah pula bisa saja itu jebakan untuk menyesatkan muslimah.


*)dari Ar- Risalah dengan sedikit gubahan


Jadi sahabat (terutama mba2) sekalian, urusan keyakinan tidak perlu di tawar2 lagi. Pilihlah yang seiman sebagai teman hidup anda. Karena yg seiman insyAlloh lebih menentramkan (seperti slogan apa gitu ya :) ).
Continue reading...

Pilih Calon Suami yang Kaya?? Silakan Dibaca...



pic source
Menarik untuk ditelisik profil si pria yang hendak menikahi calon istrinya. Empat jempol (plus jempol kaki saya. Hehe) saya acungkan untuk pria yang berani menikah dalam kondisi nol bahkan minus. Delapan jempol (minjam jempol tetangga) saya berikan pula untuk wanita yang mau- maunya menerima pria ini dalam keadaan ikhlas lillahi ta'ala (bukan pasrah lho). Mau menerima pinangan dan bersemangat menjalani kehidupan bersama dari bawah sekali. Jarang- jarang ada wanita yang mau memulai kisah awal kehidupan berumah tangga dari nol, berangkat dari ketidakpunyaan sang calon suami. Masih ada (mungkin juga cukup banyak) wanita di luar sana yang mau menerima calon suaminya apa adanya bukan karena ada apa- apanya.

Ini bukan curcol saya semata lho, wkwkwk, tetapi berangkat dari pengamatan saya kepada kawan2 yang lainnya.

Menurut hemat saya, memang lebih asiik dan menantang untuk memulai kehidupan awal dari nol. Bersama dengan istri membangun usaha, melalui jatuh bangun usaha, saling meyemangati dan bahu membahu dalam kehidupan berumah tangga. Alangkah indahnya ketika istri dengan mata berbinar- binar menerima rizki dari Alloh lewat usaha kita, yang ia tahu bahwa tidak setiap hari usaha suaminya berbuah manis. Bagaimana berhati- hatinya sang istri tersebut mengalokasikan dana, memangkas beberapa cabang pengeluaran, dan tak jarang menahan keinginan- keinginannya. Mula- mula berangkat dari kondisi ketidakpunyaan itulah, ketika nantinya pasangan tersebut sukses, maka kesuksesan yang mereka reguk bersama akan lebih terasa.

Jika saya kaitkan dengan kesetiaan (baik dari pihak suami maupun istri), biasanya jika dari awal sudah bersusah susah bersama, maka kesetiaannya (seharusnya) sudah terjamin. Apabila sang istri sudah mau dan berhasil 'dibawa' melalui fase- fase sulit, ketangguhannya sudah teruji. Alangkah 'bodoh'nya jika mereka bercerai. Atau mungkin justru pihak suami mendua/mentiga, dst. Ketika masa2 pahit kita lalui bersama istri tercinta, masak tega jika kita telah berhasil, kita tinggalkan/menduakan orang yang telah mendampingi kita di kala kesulitan2 menghampiri. Pun begitu pula dari pihak istri. Jika sudah mau diajak susah bersama suami dan mampu bertahan hingga berhasil, tak ayal kesetiaan sang istri pun seharusnya tak patut untuk dipertanyakan.

Nah, menarik jika sang calon suami ini sudah sukses duluan atau dengan kata lain sudah mapan sebelum menikah. Saya acungi empat jempol pula bagi yang sudah mempersiapkan diri (terutama dlm hal ekonomi) untuk mempersiapkan kehidupan berumah tangga bersama istrinya kelak. Minimal tak kan membiarkan keluarga terkatung- katung dalam ketidakpastian ekonomi keluarga. Hehe. Menarik pula melihat apa pertimbangan sang calon istri memilih suami yang tipe ini (mapan sebelum menikah). Apa semata hanya alasan asal kaya, kehidupan lebih terjamin, tidak perlu susah2?

Aih, memang kadang lebih banyak syak yang timbul pada calon istri yang memilih kita yang sudah mapan. Ada rasa was2 jikalau kita esok seandainya jatuh/gagal/bangkrut (semoga tidak), adakah ia masih setia mendampingi kita? Apakah ia masih disamping kita, menemani, dan tidak meninggalkan kita yang sedang 'kere' sekere-kerenya?

Dari hal itulah, saya membagi 2 kategori wanita yang lebih memilih pria mapan (bisa dibaca:kaya) untuk dijadikan suaminya:

1. Wanita baik2: alasan wanita tipe ini memilih pria mapan ialah kadang tak beralasan. (Maksudnya?). Maksudnya, mereka kadang memang langsung ketemu dengan calon yang memang mapan. Alias bejo. Bejo diketemukan dg calon suami yg mapan. Bukan sengaja milih yang mapan lho. Atau, mungkin mereka memang sengaja memilih yang mapan demi kehidupan calon anaknya kelak. Wanita tipe ini tidak neko2. Sudah tahu calon suaminya mapan/kaya, ia tidak memanfaatkannya alias tidak minta yang macam- macam. Apalagi sebelum nikah, mana berani minta dibeliin ini itu (padahal mungkin hanya barang murah).

2. Wanita tidak baik: alasan wanita tipe ini memilih calon suami yang mapan ialah demi dirinya, demi gengsi, atau demi harkat/martabat. Biasanya punya suami kaya/mapan buat songong-songongan. " Ini lho suamiku kaya, jabatannya Direktur di.. Punya mobil...". Nyombongnya bisa secara langsung/tidak langsung. Sombong baik2, tersirat, maupun sombong yang keterlaluan. Kalau mau lihat wanita seperti ini, lihat saja sebelum nikah, biasanya sudah berani banyak minta. Belum resmi jadi suami istri saja, sudah berani bilang "Mas,besok aku dibeliin gelang/hp/rumah itu ya.. Ya mas ya..", " Beliin itu dong mas.. ", "Besok pokoknya harus ada pembantu.." Atau lihat saja tongkrongannya sebelum nikah. Jika pakaiannya merk terkenal, dandanannya wah, perawatan ini itu, krim ini itu, dll, bisa dipastikan ini wanita tipe mahalll yang bisa menguras habis isi dompet. Nah, hati2, biasanya wanita yang seperti ini tidak tahan uji. Besok ketika sang suami bangkrut/miskin, biasanya wanita tipe seperti ini tidak tahan. Karena wanita yang seperti ini maunya yang enak2 saja seperti kondisi awal mereka berumah tangga.

Semoga pertimbangan para wanita yang memilih calon suami (baik calon suami yg belum mapan/sudah mapan) itu didasarkan pada pertimbangan yang baik2. Dan untuk para pria (sekali lagi, baik yg sudah mapan/belum mapan), hendaknya memilih istri yang baik2, enggak matrealistis.

_latihan nulis_
_dari mamas_
Continue reading...

ABG Jaman Sekarang


 Keadaan ABG jaman sekarang (* gak semua):

- Baju pas udah bagus-bagus dibeliin, malah make baju adeknya yang ketat -,-

- Status masih pelajar, tapi difacebook, udah bertunangan bahkan udah menikah

- Pacaran kalau ga panggil-panggilan ayah bunda, mama papa, ayank bebebh, gak asiik katanya. G sekalian aja almarhum almarhumah (*g bakalan berani ? )

- Kancing baju udah bagus-bagus 5 dicopotin 2, tinggal 3 alasannya 'gerah' (*banyak alasan!)
- Naik motor, kalau ga nempel pel pel ga gaholll. (*prettt)

- Alay menumpuk, nulis sms "siapa yang belum makan?" jadi "ch4v4 i4nk bLon mq4n?". Orang kayak begini ga akan masuk surga, masuknya ke culga


Nge-repost dari efbe misua yang juga nge-repost entah dari mana. :P
Continue reading...
 

Delicious Cupcakes Copyright © 2009 Designed by Ipietoon Blogger Template In collaboration with fifa
and web hosting